TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN-Upaya mencegah anak putus sekolah dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean dengan mendampingi guru menemui orang tua dua murid SD Negeri Marsilo yang sudah lama tidak bersekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Togahan, Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Rabu, 9 September 2026, mulai pukul 13.30 WIB.
Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, S.H., M.H., mengatakan pendampingan dilakukan setelah pihak sekolah meminta bantuan Bhabinkamtibmas Aiptu Dodi H. Saragih untuk membujuk kedua murid agar kembali melanjutkan pendidikan.
Sebelumnya, pihak sekolah telah beberapa kali mengimbau orang tua agar anak-anak mereka kembali bersekolah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga sekolah meminta pendampingan kepolisian.
Dalam pertemuan dengan orang tua, diketahui kedua anak memiliki persoalan berbeda. Salah satu anak berhenti sekolah karena diminta membantu dan menjaga ibunya yang mengalami kebutaan. Sementara ayahnya bekerja serabutan sehingga kesulitan mengantar anak ke sekolah.
Anak lainnya tidak lagi bersekolah setelah orang tuanya merasa malu karena anak tersebut pernah ketahuan mengambil uang atau barang milik temannya. Orang tua juga merasa tersinggung dengan cara penyampaian salah seorang guru kepada anaknya.
Bhabinkamtibmas bersama pihak sekolah kemudian memilih pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Mereka mengingatkan orang tua mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan anak serta meminta agar persoalan yang terjadi tidak menjadi alasan bagi anak untuk berhenti sekolah.
“Kami bersama pihak sekolah menyampaikan pesan-pesan kepada orang tua murid agar tetap mengupayakan anaknya untuk bersekolah dan jangan sampai putus sekolah,” kata Edy.
Menurut dia, pendekatan dilakukan tanpa menghakimi kondisi keluarga. Polisi dan sekolah berupaya mencari jalan keluar agar kedua anak dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kedua orang tua akhirnya menerima saran dan masukan yang disampaikan serta menyatakan kesediaannya untuk kembali menyekolahkan anak-anak mereka.
“Alhamdulillah, hasil dari kegiatan ini, kedua orang tua murid menerima saran dan masukan yang disampaikan dan menyatakan akan kembali menyekolahkan anak-anaknya,” ujar Edy.(Jun-tribun-medan.com).