Wanita Asal PALI Bongkar Kebohongan Haja Hastina yang Viral Mengaku Korban TPPO di China
Refly Permana September 10, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM, PALI - Wiwit Dwi Lestari menegaskan, Haja Hastina bukanlah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Wiwit yang berasal dari Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan mengaku tahu betul latar belakang Hastina pergi ke China.

Nama Hastina tengah viral di media sosial.

Wanita yang juga berasal dari PALI itu mengaku sebagai korban TPPO yang kini berada di China.

Iapun meminta tolong kepada Gubernur Sumsel dan Bupati PALI untuk dijemput dan dipulangkan ke kampung halaman.

Akan tetapi, dugaan fakta sebenarnya dibongkar Wiwit.

Baca juga: Fakta Wanita Asal PALI Viral Mengaku Ditipu, Beredar Kabar Memang Meminta Diberangkatkan ke China

Menurut Wiwit, Hastina sejak awal menghubunginya untuk meminta dicarikan pasangan laki-laki asal China untuk menikah.

Wiwit yang dihubungi sejumlah awak media melalui WhatsApp mengatakan komunikasi itu terjalin pada 20 Mei 2026.

Wiwit juga telah menjelaskan berbagai konsekuensi yang menurutnya harus dipahami Hastina apabila sudah memutuskan berangkat ke China dan menikah dengan laki-laki yang diperkenalkan.

"Langsung kami proses dan di bulan 6 tanggal 13 dia terbang ke China,” ujar Wiwit.

Wiwit mengklaim Hastina mengetahui bahwa keberangkatannya berkaitan dengan rencana pernikahan, bukan untuk bekerja sebagai tenaga kerja di China.

Dapat Imbalan Rp100 Juta

Wiwit mengakui dirinya memperoleh imbalan sekitar Rp100 juta setelah berhasil mempertemukan Hastina dengan pasangan yang sekaligus menjadi bagian dari proses keberangkatannya.

Namun, Wiwit membantah seluruh uang tersebut menjadi keuntungan pribadinya.

Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan keberangkatan Hastina mulai dari pengurusan paspor, visa, tiket pesawat, tempat tinggal sementara, makanan hingga mahar.

"Iya ada keberhasilan sampai dia mendapatkan pasangan. Kami menyalurkannya ke agensi yang mencarikan laki-laki itu dan mendapat imbalan senilai Rp100 juta. Tapi semua uang itu dipakai untuk membiayai dia pergi ke China," kata Wiwit.

Ia juga mengklaim tidak ada biaya tambahan lagi untuk keberangkatan tersebut.

"Iya betul, tidak ada biaya tambahan lagi. Itu biaya untuk keberangkatan dan agensi China menyuruh kita menjemputnya ke Indonesia pun menggunakan uang itu semua," tegasnya.

Saya Bukan Agen Perekrut Tenaga Kerja

Wiwit juga membantah dirinya merupakan agen perekrut tenaga kerja.

Ia mengaku hanya membantu teman-temannya dari PALI yang ingin menikah dan menjalani kehidupan di China.

"Kalau disebut agensi tidak, karena saya cuma membantu teman-teman saya yang sudah tidak mau bekerja di Indonesia. Jadi saya menyarankan untuk menikah di sini untuk menjalani hidup yang lebih baik," ujarnya.

Menurut Wiwit, orang-orang yang dibantunya merupakan teman yang telah dikenalnya.

"Saya tidak membawa orang yang tidak saya kenal. Saya membawa orang itu pasti teman saya," katanya.

Ia bahkan mengklaim sebelumnya telah membantu dua orang lainnya yang juga berasal dari PALI.

"Saya sudah membawa dua orang, semua orang PALI dan teman-teman saya," ujar Wiwit.

Mengenai dokumen perjalanan, Wiwit menyebut Hastina menggunakan paspor dan visa yang menurutnya berkaitan dengan tujuan menikah.

"Visanya untuk menikah, paspornya," kata Wiwit.

Wiwit juga menegaskan bahwa keberangkatan 3 orang yang ia rekrut ke China menurut versinya tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

"Semua menikah, tidak ada yang bekerja. Mereka di China, bukan di Taiwan. Tidak ada sangkutan dengan saya dan Taiwan," tegasnya.

Menurut Wiwit, terdapat tiga orang yang pernah dibantu melalui proses serupa, termasuk Hastina.

Namun, Wiwit mengklaim hanya Hastina saja yang kemudian mengalami masalah dengan suami dan keluarga suaminya di Tiongkok, China.

"3 orang termasuk dia  dan dia membuat ulah dan masalah di sini. Keluarga suaminya merasa ditipu karena belum menginjak satu bulan dia meminta dipulangkan ke Indonesia," ujarnya.

Wiwit juga menegaskan bahwa menurut versinya, Hastina tidak dipaksa berangkat maupun menikah dengan laki-laki asal China tersebut.

"Kami tidak ada memaksa dia untuk datang dan menikah. Itu semua dalam keadaan sadar dan dia memilih sendiri laki-laki itu," ujarnya.

Menurut Wiwit, saat itu bahkan telah dibicarakan mengenai kemungkinan reaksi orang tua Hastina.

"Kami membuat kesepakatan, jika orang tua kamu tahu bagaimana pendapatmu. Dia mengatakan saya bisa bicara dengan orang tua saya saat aku sudah datang dan menikah di China," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.