Liputan6.com, Jakarta - Momen peluncuran trailer dan poster resmi sebuah film, umumnya selalu dipenuhi dengan suasana semangat dan kegembiraan. Namun dalam perilisan dua materi promosi untuk film Laut Biru, terasa suasana haru dan kepingan kesedihan yang hadir di awal acara. Yakni saat tim film Laut Bercerita memanjatkan doa untuk lima jurnalis hilang kontak saat melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebagai informasi, penulis Laut Bercerita Leila S. Chudori maupun jajaran produser dari rumah produksi Pal 8 Pictures memang berasal dari dunia jurnalistik. Karena itu, kabar tentang hilangnya para jurnalis foto itu terasa begitu dekat untuk mereka, maupun para pewarta yang hadir dalam konferensi pers ini.
Dalam acara yang dihelat di Plaza Senayan XXI, Rabu (9/9/2026), momen ini terjadi saat produser Budi Setyarso memberikan kata sambutan. Ia mengajak jurnalis yang hadir untuk mendoakan orang-orang yang terdampak berbagai bencana yang tejadi beberapa waktu belakangan.
"Ada kebakaran hutan, gempa bumi, dan terakhir letusan Anak Karakatau. Dan terkhusus kepada rekan-rekan semua, saya yakin mayoritas yang hadir media, kolega kita masih hilang sampai sekarang ketika mereka melakukan tugas jurnalistik di Anak Krakatau," kata Budi Setyarso.
Direktur PT Tempo Inti Media ini menambahkan, "Jadi mari berdoa sejenak demi kebaikan mereka semua, juga kebaikan Indonesia. Saya mengundang Anda sekalian untuk menundukkan kepala sejenak untuk kebaikan kita semua."

Seperti dilansir dari kanal News Liputan6.com, sebanyak lima jurnalis masih belum ditemukan setelah kapal yang mereka tumpangi hilang kontak di Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebut kelima jurnalis tersebut adalah pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
Selain lima jurnalis, tiga orang lainnya yang berada dalam rombongan tersebut juga dinyatakan hilang. Mereka adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang berperan sebagai pemandu atau guide.

Pemilik kapal yang membawa rombongan jurnalis memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar saat bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Banten, Senin (7/9/2026). Kapal tersebut juga dilengkapi dokumen perizinan dan jaket pelampung serta membawa delapan orang sesuai kapasitas.
“Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan,” kata Sandi dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa (8/9/2026) malam.
Sandi mengatakan kondisi perairan saat kapal berangkat tergolong normal. Dia juga memastikan kapal dalam kondisi layak untuk berlayar.
“Masih layak. Kapal layak untuk jalan,” ujarnya.
Perkembangan terkini, tim SAR telah menyisir perairan Selat Sunda, mulai dari Dermaga Panjang menuju Pulau Sebesi hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 24 personel Basarnas Lampung dikerahkan menggunakan dua unit kapal Rigid Inflatable Boat (RIB).
Kepala Basarnas Banten Al Amrad, usai menutup sementara aktivitas pencarian hari ini mengatakan, pencarian dioptimalkan pada siang hari, dengan alasan visibilitas jarak pandang, sehingga pencarian lebih optimal dilakukan pada siang hari.
Sementara itu, terkait pencarian dengan penyelaman bawah laut, Al Amrad mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan, mengingat kondisi perairan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau yang tidak memungkinkan.