Pengalaman Hangat Tantowi Yahya, Gemakan Lagu Daerah Indonesia di Tiga Negara Eropa
Ratnaning Asih September 10, 2026 02:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Tantowi Yahya bersama Thomshell Band merampungkan misi diplomasi budaya bertajuk "Strings of Equator - Musical Journey to Indonesia" ke tiga negara Eropa, yakni Denmark, Spanyol, dan Belanda. Rangkaian acara di ketiga negara tersebut dipadati tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk para diplomat, pejabat setempat, dan masyarakat lokal.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (9/9/2026) Tantowi pulang diiringi rasa syukur atas kelancaran misi budaya tersebut. Apalagi antusiasme pengunjung yang jauh melampaui ekspektasi awal.

"Misi kami menggaungkan nama Indonesia lewat nada dan cerita Alhamdulillah berjalan lancar. Sungguh di luar ekspektasi saya, ternyata pengunjung membludak, pecah. Mereka yang hadir tak hanya sekadar nonton tapi juga ikut larut dalam keceriaan dengan bergoyang bersama," kata Tantowi Yahya, setibanya di Jakarta.

Apresiasi masyarakat Eropa terhadap lagu-lagu daerah Indonesia yang dibawakan Tantowi dan Thomshell Band menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Salah satunya, karena kehadiran sejumlah pejabat setempat dalam rangkaian konser yang turut menambah kehangatan suasana.

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Norwegia secara khusus dalam acara di Denmark menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi Tantowi.

"Waktu di Denmark, Menteri Lingkungan Hidup Norwegia secara khusus hadir, bahkan mereka larut dalam suasana acara, Pak Menteri ikut berjoget bersama para tamu undangan yang 99 persen semuanya bule," lanjut Tantowi.

Kekayaan Musik Daerah Indonesia

Tantowi Yahya dan Thomshell Band merampungkan misi diplomasi budayaLewat Konser
Tantowi Yahya dan Thomshell Band merampungkan misi diplomasi budayaLewat Konser

Keberagaman musik daerah dari Aceh hingga Papua dinilai Tantowi menjadi kekuatan utama yang membedakan warna musik Indonesia di mata penonton Eropa. 

Latar belakang pengaruh budaya berbagai negara pada musik daerah Indonesia turut dijelaskan Tantowi kepada para penonton.

"Di bagian barat, lagu-lagu daerah di Indonesia dipengaruhi oleh musik-musik dari Arab, Melayu, India, Parsia, dan bahkan China. Musik dan instrumentasi di Betawi sangat kental pengaruh Cinanya," terang Tantowi.

Pengaruh Kraton dan Gamelan di Indonesia bagian tengah disebut Tantowi melahirkan langgam, salendro, dan tangga nada khas yang kemudian berasimilasi dengan musik Portugis menjadi Keroncong.

Kekhasan dari Timur

Tantowi Yahya dan Thomshell Band merampungkan misi diplomasi budayaLewat Konser
Tantowi Yahya dan Thomshell Band merampungkan misi diplomasi budayaLewat Konser

Lagu-lagu dari Indonesia bagian timur, punya kekhasan tersendiri.

"Indonesia bagian timur sedikitnya ada tiga pulau besar, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur, yang terletak di Samudra Pasifik dengan penduduk mayoritas dari ras Melanesia dan Polinesia. Sebagai akibatnya lagu-lagu di kawasan ini terdengar sangat Pasifik," tutur kakak Helmy Yahya ini.

Ia menambahkan, "Mendayu bagaikan angin laut, gembira sebagaimana karakter masyarakat setempat. Pengaruh asing ini adalah peninggalan para pedagang, penyebar agama dan penjajah yang pernah singgah di Nusantara."

 

Harapan Tantowi Yahya ke Depannya

Sederet lagu daerah seperti "Cogok Mancogok" "Alusiau", "Baringin", "Lisoi", "Janger Bali", "Bengawan Solo", "Balada Pelaut", "Maumere", dan "Poco Poco" berkumandang di Eropa menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia yang diperkenalkan Tantowi lewat misi ini.

Dampak berkelanjutan di sektor pariwisata dan investasi diharapkan Tantowi muncul menyusul sambutan meriah dan positif dari misi budaya tersebut.

"Inilah kekayaan budaya Indonesia yang kami perkenalkan ke dunia. Alhamdulillah sambutan sangat meriah dan positif. Harapan kami misi ini akan berpengaruh secara pariwisata dan investasi secara berkesinambungan," kata Tantowi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.