Naskah Singkat Khutbah Jumat 11 September 2026: Semangat untuk Selalu Introspeksi Diri
Dedy Herdiana September 10, 2026 07:03 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Semangat untuk selalu introspeksi diri adalah kunci utama untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan bernilai, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Sang Pencipta. 

Introspeksi—atau yang sering disebut dengan muhasabah—bukanlah sarana untuk meratapi kesalahan, melainkan sebuah pondasi kokoh untuk mengevaluasi pola pikir, emosi, dan tindakan demi masa depan yang lebih cerah.

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 11 September 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat besok, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 11 September 2026 dalam Bahasa Sunda yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Bersemangat untuk Selalu Introspeksi Diri".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: Nasihat Al Quran-Hadits agar Terhindar dari Seks Bebas

Khutbah 1

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُعْطِيَ لِمَا سَلَبَ. فَسُبحَانَهُ مِنْ إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابَهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ الْمُسَبَّبَاتِ وَالسَّبَب. وَحَمَاهُمْ عَنْ مَسَاخِطِهِ فَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ فِيهَا إِرَادَةٌ وَلَا أَرَب. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيْهِ وَهَرَب. وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَنْ حَسَب. وَأَشْهَدُ أَن لَا إِله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه فَارِجُ الْكُرَب. وَالمُنجِي مِنَ الْوَرْطَاتِ وَالْعَطَب. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْعَجَمِ وَالْعَرَب. المَخْصُوصُ بِالزُّلْفَى وَالتَّشْرِيفِ وَعُلُوِّ الرُّتَبِ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعَهُ المُطَهَّرَ وَإِلَى دِينِهِ الْحَنِفِيِّ انتَسَب. (أَمَّا بَعْدُ) فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. عِبَادَ الله. مَا هذِهِ الْأَخْلَادُ وَالطُّمَأْنِينَةُ إِلَى دَارِ الْبَلَاءِ وَالفُتُون.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: Cara Menghadapi Musibah dalam Islam

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah 

Alhamdulillahi rabbil âlamin, segala puji bagi Allah swt, Sang Maha Pemurah yang telah mengaruniakan nikmat-nikmat-Nya kepada kita semua, dari embusan nafas yang menghidupkan raga, hingga keimanan yang menerangi jiwa. Setiap detik kehidupan adalah bukti rahmat-Nya, dan rezeki yang kita terima adalah tanda cinta-Nya.

Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa shahbih, yang telah menjadi panutan dan teladan terbaik dalam hidup ini. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya dan kelak mendapatkan syafaatnya, amin ya rabbal alamin.

Selanjutnya, kami selaku khatib mengajak semua jamaah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas iman dan takwa kita. Marilah kita gunakan momentum khutbah ini untuk merenung dan memperbaiki diri, menjadikan setiap amal ibadah kita lebih bermakna dan lebih konsisten dengan ajaran Islam.   Hendaklah kita berkomitmen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, meningkatkan kepedulian sosial, dan menyebarkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita buktikan bahwa iman kita bukan hanya sekadar diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: 3 Bentuk Nikmat Allah Taala yang Kerap Dilupakan

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Introspeksi diri merupakan salah satu kunci penting yang bisa kita lakukan dalam pengembangan pribadi dan spiritual. Dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan ini, introspeksi diri menjadi aspek yang sangat berguna untuk mengevaluasi tindakan, pikiran, pekerjaan dan tujuan hidup kita semua. Dengan introspeksi, kita bisa lebih memahami diri kita sendiri, mengidentifikasi kesalahan yang kita lakukan, dan menentukan langkah-langkah perbaikan untuk masa depan.   

Oleh sebab itu, Allah swt dalam Al-Qur’an memerintahkan orang-orang beriman, untuk senantiasa melakukan introspeksi diri perihal persiapan-persiapan yang akan ia bawa menuju akhirat. Allah swr berfirman:   

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ   

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr [59]: 18).   

Ayat tersebut mendorong kita semua untuk secara rutin melakukan introspeksi terhadap tindakan kita, agar kita dapat memperoleh manfaat dan keuntungan di masa depan. Introspeksi diri merupakan langkah penting dalam perbaikan diri dan evaluasi apakah tindakan kita sudah sesuai dengan ajaran syariat Islam.   

Dengan melakukan introspeksi, kita akan lebih berhati-hati dalam setiap langkah dan tindakan, karena segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim, juz VIII, halaman 77 berkata:  

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا، وَانْظُرُوْا مَاذَا ادَّخَرْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعِرْضِكُمْ عَلىَ رَبِّكُمْ   

Artinya, “Periksalah diri kalian sebelum kalian dihisab. Perhatikanlah apa yang telah kalian kumpulkan untuk diri kalian, berupa amal kebaikan, untuk (dibawa) menuju hari kembalinya kalian (akhirat) dan pertanggungjawaban kalian kepada Tuhan kalian.”   

Selain ayat di atas, Rasulullah juga menjelaskan kepada kita semua dalam salah satu haditsnya, bahwa barometer seseorang untuk disebut sebagai hamba yang takwa adalah ketika ia senantiasa melakukan introspeksi diri. Riwayat ini sebagaimana dicatat oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, juz IV, halaman 404, riwayat Maimun bin Mahran, bahwa Rasulullah bersabda: 

لَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ   

Artinya, “Seorang hamba tidak bisa disebut (golongan) orang yang bertakwa hingga ia bisa mengoreksi dirinya dirinya.”   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: 3 Bekal Terbaik Sebelum Ajal Menjemput

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah 

Anjuran untuk melakukan introspeksi diri dalam ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi di atas, menegaskan betapa pentingnya aktivitas ini dilakukan pada setiap waktu dan keadaan. Melalui introspeksi diri, kita semua dapat memperbaiki kekurangan, memperbaiki kesalahan, serta mengevaluasi kelalaian. Dengan demikian, diharapkan kekurangan, kesalahan, dan kelalaian tersebut tidak akan terulang lagi di kemudian hari.   

Selain menunjukkan betapa pentingnya introspeksi diri, juga menunjukkan bahwa kiat-kiat seperti itu merupakan ciri khas orang-orang yang sukses, yaitu mereka akan terus berusaha melakukan kebaikan demi meraih kenikmatan setelah kematiannya. Rasulullah saw bersabda:   

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ   

Artinya, “Orang yang sukses adalah mereka yang mengevaluasi dirinya, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan kepada Allah.” (HR al-Baihaqi).   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: Memaknai Hakikat Umur Panjang

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah 

Introspeksi diri adalah kunci utama dalam pengembangan pribadi dan spiritual. Di tengah berbagai tantangan dan godaan kehidupan, introspeksi memungkinkan kita untuk mengevaluasi tindakan, pikiran, dan tujuan hidup kita dengan lebih baik. Dengan cara ini, kita dapat mengidentifikasi kesalahan, memperbaikinya, dan merancang langkah-langkah perbaikan untuk masa depan.   

Mari kita gunakan introspeksi diri sebagai alat untuk memperbaiki kekurangan, mengoreksi kesalahan, dan mengevaluasi kelalaian kita. 

Dengan begitu, kita dapat memperbaiki diri dan memastikan bahwa kita mempersiapkan diri dengan baik untuk kehidupan setelah mati. Ini adalah ciri orang yang bertakwa sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah di atas, yaitu mereka akan senantiasa melakukan introspeksi diri.   

Demikian adanya khutbah Jumat, perihal proporsional dalam memadukan konsep usaha dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari. Semoga menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 4 September 2026: Siapkan Bekal Terbaik Sebelum Ajal Tiba

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.