TRIBUNTRENDS.COM - Kondisi Febiona, salah satu anak yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih belum sepenuhnya pulih. Hingga kini, Febiona masih menjalani pengobatan secara rawat jalan dan harus melakukan kontrol ke rumah sakit di Medan.
Orang tua Febiona, Sugianto Purba, mengatakan putrinya masih terlihat lemas meski telah mendapatkan perawatan medis.
"Ya, kondisi anak saya Febiona ya sampai saat ini ya masih keadaan lemah lah, Pak," ujar Sugianto, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Kamis (10/9/2026).
Sugianto menjelaskan, Febiona masih mengalami sejumlah keluhan yang mengganggu aktivitasnya. Salah satunya adalah rasa pusing ketika mendengar suara dalam jumlah banyak atau kondisi yang bising.
"Keluhan anak saya kalau dia kadang-kadang kalau mendengar-dengar suaranya banyak dia sering pusing," katanya.
Tak hanya itu, Febiona juga disebut masih mengalami kesulitan mengingat.
"Sekarang dia masih susah mengingat," ujar Sugianto.
Keluhan tersebut masih dirasakan meski Febiona sudah tidak menjalani perawatan inap dan kini berobat jalan.
Baca juga: Siswi Karo Sakit Hingga Hilang Ingatan Usai Santap MBG, Ada Dugaan Pelanggaran SOP Penyimpanan Ikan
Dari sisi pencernaan, Febiona juga masih mengalami mual dan sebelumnya sempat muntah. Sugianto mengatakan dalam beberapa hari terakhir keluhan tersebut masih muncul, meski dalam dua hari terakhir kondisi itu sudah tidak terjadi.
"Untuk pencernaan mual muntah itu masih ya pernah pernah terjadi, Pak. Masih masih sampai sekarang," kata Sugianto.
"Ya, untuk dua hari ini belum, tapi untuk yang tiga hari ke belakangnya masih merasakan mual. Muntah," lanjutnya.
Menurut Sugianto, kondisi Febiona sempat membuat keluarga khawatir karena terdapat perubahan pada kondisi fisiknya.
Sugianto mengatakan pihak keluarga sebelumnya telah membawa Febiona menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.
Ia mengapresiasi tenaga medis yang telah memberikan penanganan kepada putrinya. Namun, hingga pemeriksaan terakhir pada 7 dan 8 September 2026, dokter disebut belum dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab pasti sejumlah keluhan yang masih dialami Febiona.
"Sampai hari ini ya sampai yang terakhir tanggal 7 dan tanggal 8 September kemarin itu, sampai itu belum pihak-pihak dokter belum bisa menjelaskan penyebabnya apa begitu," ujar Sugianto.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian keluarga karena Febiona masih mengalami pusing dan gangguan dalam mengingat. Meski demikian, dokter tetap memberikan obat untuk membantu mengurangi gejala yang dialami.
Saat ini Febiona menjalani pengobatan secara rawat jalan. Keluarga masih mendapatkan surat kontrol untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit di Medan. Sugianto mengatakan resep obat diberikan dokter untuk menangani keluhan yang masih dirasakan putrinya.
"Resep obat diberikan oleh dokter ya untuk mengurangi gejalanya," katanya.
Ia menyebut salah satu obat yang diberikan berkaitan dengan penanganan masalah pada bagian lambung.
"Untuk pada saat ini resep-resep dokter yang masih kami terima kemarin itu ada bagian untuk perobatan di bagian lambung," ujar Sugianto.
Keluarga juga masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut selama Febiona menjalani kontrol.
Di tengah proses pemulihan tersebut, Sugianto memastikan biaya perawatan dan pengobatan Febiona mendapat bantuan dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah menanggung biaya pengobatan sejak 13 September hingga proses kontrol dan pemulihan selanjutnya.
"Tapi biaya ditanggung Pak semuanya oleh pemerintah, Pak, dibantu biayanya sampai mulai dari tanggal 13 sampai hari ini juga dan kontrol untuk seterusnya pihak pemerintah menanggung jawabi untuk perobatan anak saya," kata Sugianto.
Keluarga berharap kondisi Febiona terus membaik sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Untuk sementara, Febiona masih harus menjalani kontrol dan mengikuti anjuran dokter sambil menunggu kondisi kesehatannya pulih sepenuhnya.
(TribunTrends)