Pemkab Manokwari Lepas Edi Budoyo, Hermus Indou: Pengabdiannya Jadi Bagian Sejarah Manokwari
Roifah Dzatu Azmah September 10, 2026 08:44 AM

Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, yang dinilai telah mendedikasikan hidupnya untuk pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Upacara pelepasan jenazah Edi Budoyo digelar di Manokwari, Rabu (9/9/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Manokwari Hermus Indou.

Hermus menyampaikan duka cita atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kabupaten Manokwari, serta seluruh masyarakat Manokwari.

Baca juga: Manokwari Berduka: Mantan Wakil Bupati Edi Budoyo Tutup Usia

Ia mengatakan jabatan dan kedudukan seseorang pada akhirnya akan berakhir. Namun, nilai pengabdian, kebaikan, keteladanan, dan karya seseorang akan tetap dikenang.

"Jabatan dan kedudukan manusia pada akhirnya akan usai. Namun, nilai pengabdian, kebaikan, keteladanan serta karya almarhum akan terus abadi menjadi bagian dari jejak sejarah pembangunan di Kabupaten Manokwari," kata Hermus.

Hermus juga mengenang masa kebersamaannya dengan Edi Budoyo ketika keduanya memimpin Kabupaten Manokwari.

Menurutnya, dalam menjalankan roda pemerintahan, perbedaan pandangan merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Namun, kata Hermus, almarhum selalu mampu menyatukan berbagai perbedaan tersebut dengan satu tujuan utama, yakni memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

"Sebagai pemimpin, beliau telah menjadi mitra dalam menjalankan tugas pelayanan publik dan menjaga kesinambungan pembangunan," ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, Hermus menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh jasa serta karya bakti yang telah ditorehkan Edi Budoyo selama mengabdi di Tanah Papua.

Baca juga: Ever Dowansiba Paparkan Skema Kolaboratif Merajut Potensi Ekonomi Pegunungan Arfak

Hermus juga menyampaikan pesan kepada keluarga besar Edi Budoyo, khususnya istri, anak-anak, dan cucu almarhum.

Ia meminta keluarga tetap bangga atas rekam jejak serta berbagai kebaikan yang telah diwariskan Edi Budoyo selama menjalankan tugas dan pengabdiannya.

"Beliau datang, hidup, bekerja, mengabdi, hingga akhirnya memejamkan mata dan dimakamkan di Tanah Papua. Nama dan pengabdiannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah besar Kabupaten Manokwari," tutur Hermus.

Hermus mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan maaf atas segala kekhilafan almarhum selama hidup.

Ia berharap kepergian Edi Budoyo menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Manokwari.

Usai upacara pelepasan, jenazah Edi Budoyo diantar menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Bahagia, kawasan Taman Makam Pahlawan Manokwari.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan. Jajaran ASN, pejabat Pemkab Manokwari, tokoh masyarakat dan warga turut hadir mengiringi almarhum menuju peristirahatan terakhir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.