Tangkal Hoaks, Polda Sulteng dan Diskominfosantik Perkuat Sinergi di Ruang Digital
Fadhila Amalia September 10, 2026 10:07 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Polda Sulawesi Tengah bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulteng memperkuat sinergi untuk menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, dan misinformasi di ruang digital.

Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan website Berani Literasi Informasi atau Klinik Hoaks digelar Diskominfosantik Provinsi Sulteng di Kantor Diskominfosantik Sulteng, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Diskominfosantik Sulteng Wahyu Agus Pratama dan diikuti puluhan peserta dari sejumlah instansi.

Baca juga: Ekspor Durian Parigi Moutong ke Tiongkok Capai 8.162 Ton, Barantin Dorong Komoditas Sulteng Mendunia

Peserta berasal dari Binda Sulteng, Kesbangpol, Kodam XXIII/PW, Polda Sulteng, Kejati Sulteng hingga Lanal Palu.

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kominda Provinsi Sulteng dengan fokus memperkuat kemampuan lintas instansi dalam mendeteksi, memverifikasi, mengklarifikasi, serta memitigasi informasi yang belum terverifikasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan website Berani Literasi Informasi dari Nur Safira Sari. 

Platform tersebut disiapkan sebagai salah satu sarana untuk membantu proses verifikasi dan klarifikasi informasi beredar di tengah masyarakat.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, derasnya arus informasi di media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi secara cepat dan akurat.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi penting agar informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi keresahan di masyarakat.

“Kita perlu memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mendeteksi dan mengklarifikasi informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai informasi yang tidak benar berkembang menjadi keresahan di masyarakat,” kata Kombes Achmad Muhaimin.

Ia menjelaskan, Klinik Hoaks juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan peringatan dini terhadap isu-isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, perkembangan isu di ruang digital perlu dipantau secara berkelanjutan dan setiap informasi harus diverifikasi sebelum disebarluaskan.

Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 10 September 2026, Hubungan Virgo Sedang Diuji

“Informasi yang sudah diverifikasi dan diklarifikasi dapat menjadi rujukan bersama dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat. Dengan begitu, kita berharap ruang digital tetap sehat dan situasi kamtibmas di Sulawesi Tengah tetap kondusif,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.