Penutupan Bandara Wunopito Lewoleba Diperpanjang, Abu Vulkanik Belum Hilang
Choirul Arifin September 10, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok masih berdampak terhadap operasional penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hal ini membuat penutupan Bandara Wunopito Lewoleba di Nusa Tenggara Timur diperpanjang karena area bandara terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) C1145/26 NOTAMR C1134/26, Bandara Wunopito dengan kode WATW berstatus Closed atau ditutup sementara.

Penutupan Bandara Wunopito berlaku sejak Rabu (9/9/2026) pukul 07.18 WITA hingga estimasi Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WITA.

NOTAM terbaru tersebut merupakan pembaruan dari informasi sebelumnya mengenai penutupan Bandara Wunopito.

AirNav Indonesia sebelumnya menerbitkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26 sebagai dasar informasi terkait penghentian sementara operasional bandara tersebut.

DITUTUP SEMENTARA - Penutupan Bandara Wunopito Lewoleba di Nusa Tenggara Timur diperpanjang hingga estimasi Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WITA karena area bandara terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok.
DITUTUP SEMENTARA - Penutupan Bandara Wunopito Lewoleba di Nusa Tenggara Timur diperpanjang hingga estimasi Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WITA karena area bandara terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. (Tribunnews/dok. Ditjen Perhubungan Udara)

AirNav Indonesia menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan dampaknya terhadap aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

Baca juga: Gunung Lewotolok Erupsi, Bandara Wunopito Lewoleba Tutup hingga 10 September 2026

"AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Lewotolok serta dampaknya terhadap wilayah penerbangan," tutur EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan,  Kamis (10/9/2026).

Informasi aeronautika akan kembali diperbarui sesuai kondisi terbaru dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

Baca juga: Bandara Wunopito Lewoleba Lembata Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki

Selain melakukan pemantauan, AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan dapat terus diperbarui.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.