- Iran membalas serangan Amerika Serikat dengan menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz.
Serangan tersebut diumumkan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Rabu (9/9/2026).
Dari 10 kapal yang diserang, dua di antaranya merupakan kapal Amerika Serikat.
Sementara delapan lainnya merupakan kapal tanker minyak.
IRGC menyebut kapal-kapal tersebut tidak patuh saat melintasi jalur perairan di Selat Hormuz.
Sedikitnya satu pelaut tewas dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Namun, Amerika Serikat membantah kapalnya terkena serangan.
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan seluruh upaya serangan Iran telah gagal.
Eskalasi ini terjadi setelah militer AS sebelumnya menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran.
Amerika Serikat menyebut serangan itu sebagai respons setelah Iran dua kali menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dalam dua hari.
“Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan kapal tanker,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Iran kemudian mengancam akan meningkatkan serangannya.
Teheran menyatakan setiap dua atau tiga kapal tanker Iran yang diserang akan dibalas dengan serangan terhadap 20 kapal.
Iran mengatakan pihaknya juga menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di Yordania.
Sebanyak 18 rudal, menurut otoritas Yordania, berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni.
Serangan Iran ini juga menyasar markas operasional F-35 milik AS yang beroperasi di wilayah sekutunya itu.