- Tiga petugas distribusi bantuan pangan (Bapang) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas seusai ditembak orang tak dikenal pada Rabu (9/9/2026) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi saat ketiganya tengah melakukan proses pendistribusian bahan pangan di Kampung Muliama, Distrik Muliama.
Ketiga korban yakni Wili Mbuik (24), Aprida Rafi (49), dan Alfonsius Albinus Mehan (35).
Aprida diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, sedangkan Wili Mbuik dan Alfonsius merupakan CPNS dan ASN
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani dalam keterangan pada Rabu malam mengatakan, ketiga korban merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang baru usai meninjau kegiatan cetak sawah.
Saat tengah dalam perjalanan menuju Wamena, rombongan tersebut diduga diadang dan ditembaki oleh KKB.
Wili yang mengalami luka tembak di pinggang kanan sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tak tertolong.
Sedangkan Aprida mengalami luka tembak di perut dan Alfonsius mengalami luka tembak di bagian belakang kepala serta tangan kiri, keduanya tewas di lokasi kejadian.
Rombongan tersebut berjumlah total 11 orang, saat kejadian sebanyak delapan orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Seusai menerima laporan penembakan, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi namun pelaku sudah melarikan diri.
Dari hasil penyelidikan, pelaku penembakan diduga KKB yang berasal dari wilayah Nduga.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas pelaku.
Para korban selamat juga telah dimintai keterangan oleh kepolisian.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga meminta masyarakat Jayawijaya agar tetap tenang dan tak terpengaruh provokasi isu liar.
Adapun juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tiga ASN tersebut.
Menurut Sebby, pihaknya menuduh ketiga korban adalah agen intelijen militer pemerintah Indonesia.
Sebby mengklaim, penembakan dilakukan lantaran ketiga korban bertindak panik dan berusaha melarikan diri dari lokasi penahanan di Jalan Trans Wamena-Tiom.
Meski begitu, pernyataan ini merupakan klaim sepihak dari pihak TPNPB.
(TribunVideo.com)