Viral Aksi Gubernur Kaltara Padamkan Karhutla, Zainal Paliwang: Saya Ingin Rasakan Susahnya Petugas
Miftah Aulia Anggraini September 10, 2026 10:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Aksi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Paliwang ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Selimau, Tarakan, menjadi perhatian publik.

Video aksi tersebut viral di media sosial.

Respons warganet pun beragam.

Ada yang memberikan apresiasi, namun tak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif terhadap aksi orang nomor satu di Kaltara tersebut.

Baca juga: Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang tak Pilih Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Pria kelahiran Makassar, 6 Desember 1962 itu menjelaskan, saat itu proses pemadaman sebenarnya telah dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun, api kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.

Kondisi tersebut terjadi karena kebakaran berada di kawasan gambut yang membuat api sulit dipantau hingga ke bagian dalam lahan.

"Ya, kita kan sudah dapat mengatasi kebakaran hutan. Ada memang yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi. Ya, karena itu kan gambut, susah diprediksi. Karena di atas itu dia padam, tetapi di dalam gambutnya kita tidak bisa pantau. Kita belum punya alat untuk itu," kata Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang dikutip dari TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Basarnas Tarakan Siagakan Personel Bergilir untuk Backup Penanganan Karhutla di Kaltara

Dalam pemantauan terakhir, mantan purnawirawan Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi itu melihat langsung upaya pemadaman yang dilakukan personel TNI-Polri, BPBD dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara.

Saat api masih terlihat menyala, ia kemudian memilih turun langsung membantu petugas memadamkan karhutla di kawasan hutan Selimau.

Menurut Zainal Paliwang, keputusannya ikut memadamkan api bukan untuk mencari popularitas. Ia mengaku ingin merasakan secara langsung beratnya pekerjaan petugas yang berjibaku di lapangan.

"Bukan saya mau apa, mau cari popularitas, mau cari apa, tidak. Saya ingin merasakan bagaimana susahnya petugas kita di lapangan dalam memadamkan api. Saya tidak pegang pipa, tapi saya injak api itu dengan sepatu, membantu memadamkan," ungkap Politikus Gerindra ini.

Baca juga: 227.250 Pohon Ditanam TNI Pulihkan Lahan Bekas Karhutla di Kaltim-Kaltara

Ia menuturkan, saat dirinya berada di lokasi, api memang masih menyala. Kondisi tersebut membuatnya tergerak untuk ikut membantu proses pemadaman.

Pernyataan Zainal Paliwang juga menyinggung komentar negatif yang muncul setelah video aksinya viral. Salah satunya menyebut dirinya bodoh karena ikut turun langsung memadamkan api.

"Kita berupaya untuk membantu petugas, tapi ada juga yang bilang saya bodoh. Ya, biarlah saya bodoh, enggak apa-apa. Ya, biarlah saya bodoh. Yang bilang saya bodoh itu memang dia orang hebat. Dia itu orang pintar, orang berpendidikan. Ya, tidak apa-apa, biar Allah yang membalas," ungkap Gubernur Kaltara.

Peralatan Pemadaman Masih Kurang

Selain soal aksinya turun langsung ke lokasi karhutla, Zainal Paliwang juga mengakui masih terdapat kekurangan sarana dan prasarana untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara.

Baca juga: 74 Titik Panas Terdeteksi di Kaltara, BMKG Ungkap Wilayah dengan Hotspot Terbanyak

Menurutnya, keterbatasan peralatan tidak boleh menjadi alasan bagi petugas untuk berhenti bergerak ketika terdapat titik api.

"Ya kalau dibilang peralatan, pasti aja ada kurang. Tapi kita dengan kekurangan itu jangan diam. Ya, kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja. Jangan apa namanya, menuntut untuk peralatan serba lengkap-lengkapnya. Kita menuntut helikopter, kita tidak punya helikopter," ungkapnya.

Zainal Paliwang juga menyinggung operasi modifikasi cuaca atau OMC sebagai salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla.

Namun, ia menyebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, Kodam VI/Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air di Kaltim-Kaltara

"Kita tidak punya anggaran. Kalau termonitor di mana ada titik api, langsung petugas bergerak. Ya, sekali lagi terima kasih saudara-saudara saya dari TNI-Polri yang selalu berada di depan dalam pemadaman api di Kalimantan Utara," ungkap Zainal Paliwang yang telah berhasil merampungkan gelar doktornya di Universitas Hasanuddin.

Ketika ditanya apakah kondisi karhutla di Kalimantan Utara sudah mendesak untuk dilakukan OMC dan apakah usulan modifikasi cuaca akan diajukan kepada pemerintah pusat, Zainal Paliwang menyebut kondisi cuaca beberapa hari terakhir menjadi pertimbangan.

Ia mengatakan sejumlah wilayah Kaltara mulai kembali mendapatkan hujan.

"Jadi tidak perlu modifikasi cuaca. Di wilayah-wilayah lain karena tidak pernah turun hujan, perlu adanya modifikasi cuaca, sehingga bisa membuat hujan. Itu pun modifikasi cuaca ada kalanya tidak turun hujan. Tapi kita bersyukur di Kaltara ini beberapa hari ini, setiap seminggu pasti ada hujan," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.