TRIBUNSTYLE.COM - Merawat tanaman di rumah memang membutuhkan ketelatenan. Namun, setelah tanaman tumbuh subur, munculnya hama bisa menjadi masalah tersendiri. Daun berlubang, berubah warna, atau pertumbuhannya terhambat dapat menjadi tanda tanaman sedang diserang.
Dikutip TribunStyle.com dari Restless.co.uk pada Kamis, 10 September 2026, Meski pestisida sering dianggap sebagai solusi mudah, tidak semua hama harus langsung dibasmi. Dalam jumlah kecil, beberapa hama merupakan bagian dari ekosistem dan dapat dikendalikan predator alami. Berikut delapan hama yang umum ditemukan serta cara mengatasinya.
1. Kutu Daun
Kutu daun berukuran kecil dan mengisap cairan tanaman sehingga pertumbuhannya terganggu. Bersihkan dengan semprotan air dan tanam bawang putih, bawang bombai, atau sage di sekitar kebun. Kepik dan burung juga dapat membantu mengendalikan populasinya.
Baca juga: Tips Menjaga Tanaman Indoor Tetap Hidup dan Anti Layu Selama Musim Hujan
2. Siput dan Bekicot
Siput dan bekicot aktif di kondisi lembap serta memakan daun dan tunas muda. Buat area sekitar tanaman lebih sulit dilalui dengan pasir atau kerikil. Tanaman seperti kucai, bawang putih, dan geranium juga dapat membantu menjauhkannya.
3. Kumbang Penggerek Anggur
Kumbang dewasa merusak daun, sedangkan larvanya menyerang akar. Kumbang dewasa dapat dikumpulkan pada malam hari. Periksa media tanam untuk menemukan larva dan pastikan tanah tidak terlalu lembap.
4. Kumbang Lili
Kumbang lili berwarna merah dan dapat merusak daun, bunga, serta tunas tanaman lili. Ambil kumbang secara manual dan periksa bagian bawah daun untuk menemukan telur atau larva sebelum berkembang lebih banyak.
5. Thrips
Thrips dapat menyebabkan bercak atau garis keperakan pada daun. Pada tanaman di rumah kaca, gunakan perangkap lengket biru. Semprot tanaman dengan air dan pangkas bagian yang terserang parah.
6. Serangga Telinga
Serangga telinga menyukai tempat gelap dan lembap. Hama ini tidak selalu perlu dibasmi karena juga memangsa kutu daun. Jika jumlahnya berlebihan, gunakan pot terbalik atau gulungan kertas sebagai perangkap, lalu pindahkan ke tempat lain.
Baca juga: 9 Tips Berkebun di Lahan Sempit agar Tetap Hijau, Produktif, dan Cantik Sepanjang Tahun di Rumah
7. Kutu Sisik
Kutu sisik menempel pada batang dan daun sambil mengisap cairan tanaman. Bersihkan secara perlahan menggunakan kain atau sikat lembut. Pangkas bagian yang terserang parah dan manfaatkan keberadaan burung pemakan serangga.
8. Kutu Kebul
Kutu kebul biasanya berkumpul di bagian bawah daun dan mengisap cairan tanaman. Perangkap lengket kuning dapat digunakan pada tanaman di rumah kaca. Menanam basil, lavender, atau marigold juga dapat membantu mengurangi keberadaannya.
Pada dasarnya, tidak semua hama perlu langsung dibasmi. Membiarkan sebagian kecil hama dapat membantu menjaga keseimbangan kebun. Namun, jika jumlahnya berlebihan dan mulai merusak tanaman, lakukan pengendalian secara bertahap dengan cara yang minim dampak terhadap lingkungan.
(restless.co.uk/TribunStyle.com/Farah Aulya)