Kesaksian Nelayan Sempat Berpapasan Rombongan Jurnalis, Sudah Peringatkan Kapten Kapal Ombak Besar
pairat September 10, 2026 03:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Hilangnya 5 jurnalis dan 3 awak kapal di perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) bak temui titik terang setelah seorang nelayan mengungkap kesaksiannya.

Beberapa nelayan mengurai cerita jika mereka sempat bertemu dengan kapal para korban pada Senin sore.

Tak cuma berpapasan, nelayan tersebut bahkan sempat memberikan nasihat ke kapten kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut.

Diwartakan sebelumnya, delapan orang hilang saat berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026).

Atas hilangnya jurnalis dan awak kapal, Basarnas, Tim SAR, warga setempat, hingga nelayan pun membantu dalam pencarian.

Hingga hari ini, Kamis (10/9/2026) pencarian masih terus dilakukan.

JURNALIS HILANG - Inilah dokumentasi terakhir lima jurnalis sebelum mereka dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
JURNALIS HILANG - Inilah dokumentasi terakhir lima jurnalis sebelum mereka dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Tangkapan Layar)

Termasuk oleh Yodistira Nugraha, seorang aktivis sekaligus pegiat media sosial.

Dalam akun Instagram-nya, ia memperlihatkan momen saat membantu pencarian terhadap jurnalis dan awak kapal pada Rabu (9/9/2026).

Di momen pencarian tersebut, Yodistira pun berpapasan dengan nelayan di tengah laut.

Ia langsung berbincang dengan para nelayan soal jurnalis dan awak kapal yang hilang.

Betapa terkejutnya Yodistira ternyata nelayan yang ditemuinya itu masih ada hubungan darah dengan kapten kapal yang hilang.

Diungkap nelayan tersebut, ia sempat bertemu dengan kapal yang membawa jurnalis tersebut pada Senin sore.

Kala itu ia melihat rombongan jurnalis tersebut sedang menuju ke arah pulang yakni di Carita, Banten.

"Sekitar jam berapa kang (rombongan jurnalis) mau pulang?" tanya Yodistira.

"Mau Maghrib," kata nelayan.

"Setengah enam ya?" tanya Yodistira lagi.

"Iya," jawab nelayan.

"Sekitar setengah enam itu perahu ini datang terus rombongan jurnalis ke arah pulang di sekitar Labuhan Cabe Krakatau," pungkas Yodistira.

Lebih lanjut diungkap Yodistira, para nelayan tersebut sempat melarang kapten kapal melajukan kapalnya ke arah Carita.

Sebab saat itu ombak di wilayah tersebut sangat tinggi.

Setelahnya, sang nelayan tidak tahu ke mana tujuan kapal rombongan jurnalis tersebut.

Hingga akhirnya sang nelayan syok kapal yang sempat berpapasan dengannya itu hilang sampai sekarang.

Nelayan itu pun mengaku kapten kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut adalah keponakannya.

"Nelayan yg ada di video menceritakan bahwa ia sempat melarang kapten kapal yg hilang kontak untuk kembali ke Carita, karena ombak besar, nelayan tersebut menceritakan kalau Kapten kapal itu adalah keponakannya.

Nelayan tersebut baru mengetahui dari kami kalau kapal yg membawa rombongan jurnalis hilang kontak sampai saat ini," tulis Yodistira.

Kronologi Jurnalis dan Awak Kapal Hilang

Untuk diketahui, para jurnalis dan awak kapal berangkat menggunakan Kapal Cepat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang pada pukul 14.00 Wib pada Senin (7/9/2026).

Sekira pukul 14.42 Wib, Jurnalis Antara Biro Banten, M Bagus Khoirunnas sempat mengirimkan chat ke jurnalis Antara Biro Lampung Abay bahwa ia sedang berada di Pulau Sebesi.

Namun setelahnya, Bagus tidak bisa dihubungi lagi alias hilang kontak.

Lalu pukul 18.13 Wib, guide kapal bernama Heriyanto mengirimkan chat ke istrinya, Evi.

Dalam chat tersebut, Heri bercerita bahwa keadaannya baik-baik saja.

Setelah chat Heri tersebut ke sang istri, pukul 18.20 Wib semua penumpang kapal hilang kontak.

Hingga keesokan harinya yakni Selasa (8/9/2026), pimpinan Antara Biro Banten, Bayu Kuncahyo melapor ke Basarnas bahwa wartawannya hilang.

Berikut adalah daftar penumpang kapal yang hilang: 

  1. Kapten kapal: Surakman (60)
  2. Seorang ABK kapal
  3. Guide kapal: Heriyanto (49)
  4. Jurnalis Antara Biro Banten, M Bagus Khoirunnas
  5. Jurnalis Merdeka Ari Basuki
  6. Jurnalis Inews Yudhis
  7. Jurnalis Anadolu Daus
  8. Jurnalis freelance Donal
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.