1.000 Mahasiswa UC Surabaya Magang, Dosen Ikut Dibekali Perspektif Industri
Wiwit Purwanto September 10, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Magang kini tak hanya menjadi ruang belajar mahasiswa mengenal dunia kerja, tetapi juga menjadi proses belajar bagi dosen pembimbing di Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk memahami dinamika industri dan kebutuhan talenta muda sebelum mendampingi mahasiswa.

Di tengah persiapan lebih dari 1.000 mahasiswa UC Surabaya yang tahun ini menjalani magang di berbagai perusahaan nasional dan internasional, sekitar 100 dosen pembimbing karier mendapat pembekalan khusus.

Mahasiswa tersebut menjalani program magang di sejumlah perusahaan, di antaranya BCA, Avian Brands, Wings, Sido Muncul, Semen Indonesia, Ciputra Group, Apple Developer Academy, serta sejumlah jaringan hotel dan perusahaan internasional.

Sebelum mahasiswa terjun ke dunia industri, sekitar 100 dosen pembimbing karier UC mengikuti pembekalan bertajuk “Transforming Workplace Experience into Professional Development: The Strategic Role of Academic Supervisors”.

Baca juga: Unesa Sediakan 100 Beasiswa Kuliah S1 Hingga S3 Buat Anggota dan Pembina Pramuka Jatim

Pembekalan tersebut menghadirkan perspektif praktisi industri untuk memperkuat pemahaman dosen mengenai kebutuhan dunia kerja, budaya profesional, serta kompetensi yang dibutuhkan talenta muda.

Dosen Perlu Memahami Kebutuhan Industri

Head Internship, Certification & Employability UC, Atanasius Emillio Gary Waluyohadi, S.Psi., M.Si., CPHCM., CPS., mengatakan dosen yang mendampingi mahasiswa juga perlu memahami perkembangan industri.

“Kalau kita ingin mahasiswa benar-benar belajar dari industri, dosen yang mendampingi juga harus terus mendengar dan memahami kebutuhan industri. Jadi, hubungan kampus dan industri tidak berhenti pada penempatan mahasiswa magang, tetapi menjadi proses belajar dua arah,” ujarnya dikonfirmasi SURYA.CO.id, Jumat (10/9/2026).

Menurut dia, pengalaman magang mahasiswa perlu diterjemahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Karena itu, peran dosen tidak berhenti pada pemantauan administrasi, tetapi juga membantu mahasiswa merefleksikan pengalaman selama berada di lingkungan kerja.

Pendekatan tersebut kemudian diterapkan dalam Internship Onboarding bagi lebih dari 1.000 mahasiswa.

Dalam kegiatan itu, UC menghadirkan praktisi industri untuk memberikan gambaran mengenai budaya kerja, komunikasi profesional, ekspektasi perusahaan, hingga tantangan yang mungkin dihadapi mahasiswa saat pertama kali memasuki dunia kerja.

Baca juga: Umsura Buka Prodi S1 Film dan Data Sains, Ada Potongan DPP 20 Persen

"Selama menjalani magang, mahasiswa juga menggunakan logbook untuk mencatat aktivitas mereka. Catatan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari supervisor di perusahaan tempat mahasiswa menjalani magang," urainya.

Sistem tersebut membuat pengalaman mahasiswa selama magang lebih terarah sekaligus membantu kampus melihat keterkaitan antara aktivitas di tempat kerja dan pembelajaran yang diperoleh mahasiswa.

Magang Jadi Jembatan Kampus dan Industri

Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration UC, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, S.T., M.Eng.Sc., mengatakan perguruan tinggi perlu terus mengikuti perkembangan dunia profesional.

“Universitas tidak bisa hanya mengajarkan apa yang ada di dalam kelas. Kami perlu memahami apa yang sedang terjadi di dunia profesional dan membawa perspektif itu kembali ke proses pendidikan. Sebaliknya, industri juga perlu melihat bagaimana kampus menyiapkan talenta muda. Di situlah jembatan itu dibangun,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, UC menempatkan program magang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan industri.

"Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di tempat kerja, dosen memperoleh perspektif mengenai kebutuhan industri, sedangkan perusahaan menjadi bagian dari proses pembentukan talenta sebelum mahasiswa benar-benar memasuki dunia profesional,"pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.