Hari Ketiga 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda, Helikopter Dikerahkan ke Anak Krakatau
Satrio Sarwo Trengginas September 10, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTEN - Pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9/2026).

Tim SAR gabungan kini memperkuat operasi dengan mengerahkan helikopter untuk menyisir wilayah perairan, khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 digunakan untuk mendukung pencarian melalui jalur udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, pengerahan helikopter merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

"Helikopter itu berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB," kata Amrad di Posko SAR Carita, Kamis (10/9/2026) dikutip Kompas.com.

Menurut Amrad, helikopter tersebut rencananya menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebelum menjalankan rute operasi yang meliputi JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian kembali ke helipad atau JIExpo Kemayoran.

Helikopter tersebut membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.

Pengerahan dukungan udara ini dilakukan di tengah upaya Tim SAR memperluas area pencarian.

Penyisiran dilakukan berdasarkan perhitungan arus, pergeseran ombak, serta arah angin.

Pada Kamis pagi, penyisiran sisi selatan telah dilakukan hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.

Amrad mengatakan kondisi perairan cenderung lebih bersahabat pada pagi hari.

Namun, angin dan gelombang diperkirakan semakin kuat menjelang siang hingga sore.

"Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter," ujar Amrad.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Rombongan tersebut menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau.

Namun, hingga pencarian hari ketiga pada Kamis siang, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara guna menemukan keberadaan delapan orang yang hilang kontak tersebut.

Berita terkait

  • Baca juga: Pesan Terakhir Pemandu Rombongan 5 Jurnalis yang Hilang Kontak, Kirim Foto Anak Krakatau ke Istri
  • Baca juga: Keberadaan Lima Jurnalis yang Hendak Liput Anak Krakatau Misterius, Pemilik Kapal Buka Suara
  • Baca juga: UPDATE Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda, 5 Jurnalis hingga Kapten Kapal Masih Dalam Pencarian

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.