Libatkan Ratusan Pelajar MI, BPBD Tabalong Simulasikan Evakuasi Bencana dan Trauma Healing
Ratino Taufik September 10, 2026 04:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Suasana halaman sekolah MIN 5 Tabalong di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, yang awalnya tenang mendadak riuh ketika suara instruksi terdengar, Kamis (10/9/2026).

Petugas BPBD Tabalong, TNI, dan Polri dengan sigap memberi petunjuk, membagi barisan, dan memandu anak-anak agar tetap tenang namun bergerak cepat menuju titik kumpul keselamatan.

Dari titik kumpul keselamatan di halaman sekolah, ratusan siswa dengan pengarahan dan pengawalan langsung dievakuasi sesuai jalur menuju armada yang sudah siap di jalan raya.
 
Kalak BPBD Tabalong Haris Fakhrozi dengan memegang megafon, nampak sibuk mengarahkan anak-anak yang berlarian untuk menyusuri jalur evakuasi. 

Petugas gabungan juga mengawal sisi jalan untuk memastikan keselamatan setiap siswa di tengah lalu lintas dan di dekat truk evakuasi yang sudah disiapkan.

Baca juga: Kebakaran di Garagata Tabalong Timbulkan Korban Jiwa, Bupati H Fani Sambangi Orangtua Korban

Setelah secara bertahap dinaikkan ke atas truk evakuasi BPBD dan kendaraan operasional lainnya, murid-murid kemudian dibawa ke pengungsian di halaman Kantor Desa Tanta Hulu.

Di tempat pengungsian ini ratusan anak-anak tersebut kemudian ditenangkan dan diajak bermain sebagai bagian dari upaya trauma healing.

Ya, begitulah jalannya simulasi evakuasi bencana dan trauma healing yang dilakukan BPBD Tabalong bersama TNI, Polri, satuan pendidikan, aparat kecamatan dan juga aparat desa.

Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan simulasi ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada satuan pendidikan, baik siswa maupun guru untuk menghadapi bencana banjir maupun karhutla.

"Kalau dalam bencana itu ada tiga fase, prabencana, keadaan darurat dan pascabencana. Ini yang disimulasikan, mulai evakuasi, pengungsian dan pemberian trauma healing," kata Haris.

Adanya simulasi ini disambut positif Kepala MIN 5 Tabalong, H Aliansyah. Menurutnya ini sangat mengedukasi para murid dan guru untuk menghadapi bencana.

"Murid yang dilibatkan ini tadi dari kelas 1, 4 dan 6, kurang lebih 180 orang," katanya.

Sementara itu, dalam simulasi ini juga dirangkai dengan edukasi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho.

Terkait simulasi yang dilaksanakan, Kolonel Arh Riyanto mengatakan ini merupakan salah satu dari rangkaian penanggulangan bencana.

"Biasanya untuk penanganan setelah korban dikumpulkan di titik pengungsian dan dilaksanakan trauma healing," ujarnya 

Trauma healing yang diberikan, khususnya kepada anak-anak supaya psikologis mereka tidak terganggu sebagai akibat dari kebencanaan.

"Ini sifatnya latihan, tetapi hal ini bisa diimplementasikan, dipraktekkan apabila nanti suatu saat ada bencana," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.