Budaya HAM di Sulut Terjaga, Pemerintah Gandeng ASN hingga Mahasiswa
Chintya Rantung September 10, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat.

Menurut Victor, penghormatan terhadap HAM harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pemerintahan, dunia usaha maupun masyarakat.

HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026).
HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026). Budaya HAM di Sulut terjaga, pemerintah gandeng ASN hingga mahasiswa. (Tribun Manado/Rhendi Umar)

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia yang digelar di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Manado, Kamis (10/9/2026).

Jarak Kantor Gubernur Sulut dengan Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar 18,1 kilometer.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian HAM, pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha hingga mahasiswa.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sulawesi Utara ini mengapresiasi kehadiran jajaran Kementerian HAM di Sulut.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait HAM.

“Merupakan sebuah kehormatan kehadiran Wakil Menteri HAM di Sulawesi Utara,” ujar Pria Kelahiran 20 September 1957.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM yang membawahi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, Mangatas Nadeak, yang telah menggagas kegiatan tersebut.

HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026).
HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026). Budaya HAM di Sulut terjaga, pemerintah gandeng ASN hingga mahasiswa. (Tribun Manado/Rhendi Umar)

Alumni Universitas Hasanuddin mengatakan, penguatan kapasitas HAM tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

Nilai-nilai HAM, kata dia, harus diterapkan dalam kehidupan dan lingkungan kerja masing-masing.

“Ini adalah nilai-nilai yang menjadikan Sulawesi Utara sebagai laboratorium nasional kerukunan umat beragama,” kata Mantan Anggota DPRD Sulut.

Victor pun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti materi yang diberikan dan menerapkannya dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti dan menyerap materi dari kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia dan dapat diterapkan di lingkungan kerja,” ujar Mantan Aktivis Unsrat.

Mantan Mahasiswa yang pernah gabung dalam Organisasi GMKI Manado ini, soroti Dunia Usaha Dalam kesempatan tersebut, Victor juga menyinggung pentingnya penerapan prinsip HAM di sektor usaha.

Ia mengajak para pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan hak dan keselamatan para pekerja.

Menurutnya, lingkungan kerja harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menghormati martabat setiap pekerja.

“Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap HAM,” sebut Mantan Aggota DPRD Manado.

Sementara itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

“Saya sangat bersyukur hari ini kembali mengunjungi Bumi Nyiur Melambai,” ujar Mugiyanto.

HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026).
HAK ASASI MANUSIA - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan pentingnya membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di tengah masyarakat, pada Kamis (10/9/2026). Budaya HAM di Sulut terjaga, pemerintah gandeng ASN hingga mahasiswa.(Tribun Manado/Rhendi Umar)

Ia mengatakan penguatan HAM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga ASN, pelaku usaha hingga mahasiswa.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, terutama kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur atas sambutan yang luar biasa ini,” kata Pria Kelahiran 2 November 1973.

Mugiyanto juga mengungkapkan, pembangunan kantor wilayah Kementerian HAM yang baru masih menunggu persetujuan DPR RI.

Untuk sementara, jajaran Kementerian HAM masih menggunakan bangunan yang disewa sebagai kantor.

Namun, ia menilai keterbatasan fasilitas tersebut tidak boleh mengurangi semangat untuk memperkuat pemahaman dan pelaksanaan HAM di daerah.

“Saya berharap materi yang disampaikan nanti dapat diserap dengan baik,” ujar Tenaga Ahli Madya Kedeputian V, Kantor Staf Presiden.

Mugiyanto kemudian menyoroti komitmen yang disampaikan Wagub Victor dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, apa yang disampaikan Victor menunjukkan bahwa HAM harus menjadi bagian dari karakter masyarakat Sulawesi Utara.

“Terkait komitmen yang disampaikan oleh Pak Wakil Gubernur sangat dia senangi,” kata aktivis reformasi 1998 dari SMID.

Ia bahkan menyebut HAM sebagai bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sulut.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Wagub artinya HAM adalah DNA Sulawesi Utara,” tegas Mugiyanto.

Pesan tersebut memperkuat komitmen Sulut untuk terus menjaga kerukunan, toleransi dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Bagi Victor yang merupakan Wagub Sulut ke-13 Sulut ini, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur.

Pembangunan juga harus mampu menciptakan kehidupan yang aman, adil dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.

Sebab, ketika hak warga dihormati dan kerukunan terus dijaga, pembangunan Sulut tidak hanya menghasilkan kemajuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. (Ren)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.