Rakorgub se-Sumatra, Wagub Aceh Dorong Penguatan Konektivitas dan Hilirisasi Komoditas Aceh
Muliadi Gani September 10, 2026 04:51 PM

 

PROHABA.CO, MEDAN - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh, menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) se-Sumatra yang disela-sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32.

Forum strategis tingkat regional ini dipusatkan di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Rakorgub se-Sumatra tersebut menjadi momentum krusial guna memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antardaerah dalam mendongkrak Pulau Sumatra sebagai satu kesatuan kawasan dan pusat kekuatan ekonomi baru.

Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, antara lain Menteri Dalam Negeri, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Bengkulu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.

Dalam jalannya forum, para peserta secara intensif membahas berbagai langkah strategis pembangunan kawasan.

Pembahasan tersebut meliputi penetapan kesepakatan antarprovinsi, perumusan kelembagaan dan rencana aksi bersama, percepatan implementasi lima prioritas pembangunan, hingga penguatan dukungan konkret dari pemerintah pusat serta mitra strategis internasional.

Sejalan dengan agenda besar tersebut, Wagub Dek Fadh secara khusus menekankan urgensi penguatan konektivitas infrastruktur dan sistem logistik terpadu di seluruh wilayah Pulau Sumatra.

Baca juga: Wagub Aceh Dorong Pembentukan Desk Koordinasi Aceh untuk Perkuat Pembangunan Ekonomi

Menurutnya, keterhubungan yang kuat antar-pusat pertumbuhan ekonomi sangat esensial untuk memperlancar pergerakan arus barang, jasa, serta mobilitas manusia.

Langkah ini dinilai ampuh untuk menekan tingginya biaya logistik, memperluas akses pasar regional, sekaligus mendongkrak daya saing kawasan di kancah global.

Selain sektor konektivitas transportasi, Dek Fadh juga mendorong akselerasi ketahanan pangan dan penguatan program hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Ia memaparkan bahwa Aceh memiliki berbagai komoditas strategis berpotensi tinggi, seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, produk hortikultura, hingga minyak nilam, yang selama ini telah dikenal di pasar nasional maupun internasional.

"Aceh memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar.

Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," tegas Dek Fadh di hadapan para kepala daerah se-Sumatra.

Lebih lanjut, ia menyoroti posisi geopolitik dan geostrategis Aceh yang memiliki kawasan Sabang.

Sabang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai simpul utama konektivitas perdagangan internasional, jalur logistik maritim, serta destinasi pariwisata bahari unggulan.

Hal tersebut, kata Dek Fadh, perlu didukung penuh melalui peningkatan frekuensi serta kualitas jalur konektivitas laut dan udara agar terintegrasi dengan jaringan ekonomi regional.

Baca juga: Keurupuk Mulieng dan Beudee Trieng Asal Pidie Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Di bidang perdagangan dan investasi antardaerah, Dek Fadh mengajak seluruh provinsi di Sumatra untuk menjadikan kawasan ini sebagai ekosistem pasar yang saling memperkuat.

Produk-produk lokal unggulan Aceh diharapkan semakin mudah menembus pasar di provinsi tetangga, begitu pula sebaliknya, komoditas unggulan dari provinsi lain di Sumatra dapat masuk dan memenuhi pasar di Aceh.

Menghadapi tantangan global masa kini, ia menambahkan bahwa kerja sama lintas provinsi juga harus diperkuat dalam aspek mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Pengalaman panjang Aceh dalam menghadapi berbagai bencana serta pemulihan sosial masyarakat dapat dijadikan pembelajaran kolektif guna mewujudkan Pulau Sumatra yang jauh lebih tangguh dan berkelanjutan.

Sektor pariwisata, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta transformasi digital turut disoroti sebagai pilar penting pembangunan kawasan.

Dek Fadh mendorong adanya integrasi jejaring destinasi wisata dan paket pelancongan lintas provinsi, termasuk memperkuat potensi pariwisata ramah muslim di Sumatra.

"Pembangunan Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar kerja masing-masing provinsi.

Kita perlu berbagi keunggulan, menghubungkan potensi, dan menyatukan langkah," ungkapnya.

Ia menaruh harapan besar agar hasil Rakorgub se-Sumatra ini mampu menjadi pemantik kerja sama nyata yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Pulau Sumatra dapat tumbuh semakin terhubung, kompetitif, serta bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bersatu dalam visi, terhubung dalam konektivitas, saling melengkapi dalam inovasi, tumbuh dalam kolaborasi, dan maju bersama untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi," pungkas Dek Fadh.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status dan Pengelolaan Lahan

Baca juga: Polres Aceh Besar Tangkap Terduga Pelaku Penggelapan Motor di Sukamakmur

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.