Penulis : Karenina Qur'ani, Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Semester VII Jurusan Teknik Komputer
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah video stand-up comedy Ali Alkaff viral karena dinilai menyinggung sejarah Perang 5 Hari 5 Malam dan Kesultanan Palembang Darussalam, komika tersebut akhirnya menempuh langkah penyelesaian secara moral dan adat.
Sejumlah budayawan, sejarawan, serta anak pejuang Perang 5 Hari 5 Malam sebelumnya menetapkan sejumlah poin yang harus dipenuhi Ali Alkaff sebagai bentuk pertanggungjawaban atas materi yang menjadi sorotan tersebut.
Video permintaan maaf yang disampaikan Ali Alkaff melalui akun media sosialnya menjadi poin pertama yang telah dipenuhi.
Selanjutnya, Ali Alkaff didampingi Mang Dayat melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang.
Ziarah tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus poin kedua dalam langkah penyelesaian persoalan tersebut.
Momen ziarah Ali Alkaff dibagikan melalui akun Instagram @mangdayat_palembang pada Rabu (9/9/2026) dan telah ditonton belasan ribu kali.
"Kita lagi ada di Makam Pahlawan. Kita lagi damping Ali Alkaff, beliau mau ziarah ke makam-makam pahlawan. Jadi, kemarin terkait konten itu beliau sudah menyadari kesalahannya dan ini salah satu bentuk beliau menghargai para pahlawan," ujar Mang Dayat dalam video tersebut.
Dalam video terlihat Ali Alkaff mendatangi sejumlah makam pahlawan dengan didampingi Mang Dayat dan tim.
Ali tampak duduk bersimpuh dan khusyuk mendoakan para pahlawan yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Palembang.
Ia kemudian menyiramkan air serta menaburkan bunga di atas beberapa pusara makam.
Ali juga memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih sebelum melanjutkan rangkaian kegiatannya.
Usai berziarah, Ali Alkaff kemudian didampingi Mang Dayat untuk bertemu dengan Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayowikramo RM Fauwaz Diradja.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus kesempatan bagi Ali untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Sultan Palembang.
"Ali Alkaff mohon maaf datang ke sini untuk bersilaturahmi dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi mengenai materi saya Perang 5 Hari 5 Malam yang tidak pantas untuk disebarluaskan. Dengan ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Insya Allah di kemudian hari, semoga bisa memberikan dampak baik bagi sejarah dan budaya Kota Palembang," ungkap Ali.
Permohonan maaf tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV.
Menurutnya, persoalan tersebut justru dapat menjadi pintu awal bagi Ali Alkaff untuk lebih dekat dan bersilaturahmi dengan masyarakat asli Palembang.
Ia juga berharap kejadian tersebut membuat Ali semakin mengenal kekayaan sejarah dan budaya Palembang yang masih perlu diperkenalkan kepada generasi muda.
Dalam perbincangan tersebut, Sultan Mahmud Badaruddin IV turut mengingatkan bahwa sejarah memang kerap dijadikan bahan konten oleh para kreator.
Namun, menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana sejarah tersebut dikemas dan dinarasikan secara baik, tepat, serta tetap memperhatikan etika.
Melalui kejadian tersebut, ia berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran mengenai batasan etika dalam mengemas konten, baik untuk kepentingan edukasi maupun hiburan yang mengangkat tema sejarah.
Pertemuan tersebut pun ditutup dengan harapan agar persoalan yang terjadi menjadi pembelajaran bagi Ali Alkaff.
Sultan Mahmud Badaruddin IV berharap ke depan karya-karya Ali dapat memberikan dampak positif sekaligus ikut mendorong kemajuan dan memperkenalkan sejarah serta budaya Kota Palembang.