Pemanfaatan Sumber Air di Menumbing Perlu Kajian Teknis, Status Hutan Konservasi Jadi Perhatian
Ardhina Trisila Sakti September 10, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — PDAM Tirta Sejiran Setason dan Dinas PUPR Bangka Barat telah melakukan survei terhadap dua sumber air atau embung yang ditemukan di Bukit Menumbing.

Sumber air baru tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan akibat kemarau.

Namun, ada beberapa kajian teknis dan proses perizinan yang perlu diperhatikan. Demikian yang diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Bangka Barat, Novianto, Kamis (10/9/2026).

Novianto menyebut bahwa tim Cipta Karya PUPR Bangka Barat telah melakukan survei secara visual ke lokasi beberapa hari lalu.

“Kita baru survei visual, selanjutnya perlu kajian lagi apakah itu hanya embung penampungan air atau ada mata air di dalamnya,” kata Novianto.

Selain itu, kajian teknis terkait pengaliran air tersebut juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, termasuk berkenaan dengan elevasi atau tingkat ketinggian air.

Sebab, jika air tersebut hendak digunakan atau dialirkan sebagai sumber air tambahan untuk water pom PDAM, maka ketinggiannya harus sesuai.

“Itukan lokasinya dekat water pom, nah kalau itu lebih rendah, kan airnya enggak bisa ngalir. Makanya kita perlu kaji, apakah misalnya perlu pakai booster atau apa,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya yang tak kalah penting adalah terkait perizinan pemanfaatan air. Pasalnya, dua sumber air yang ditemukan tersebut berada dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing.

Tahura Menumbing sendiri merupakan kawasan hutan konservasi yang menurutnya perlu perizinan ke pihak Kehutanan terkait pemanfaatan atau pinjam pakai sumber air tersebut.

“Itu kita perlu koordinasi dulu dengan Dinas Kehutanan Provinsi, terus ke BPKH dan nanti berjenjang ke Kementerian Kehutanan, jadi prosesnya masih panjang,” ucapnya.

Kendati demikian, menurutnya bukan tidak mungkin sumber air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai air bersih tambahan untuk PDAM.

Namun, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Barat terkait mekanisme perizinan pemanfaatan air di Hutan Konservasi Tahura Menumbing.

“Dulu kita pernah coba mekanisme seperti itu di daerah Jebus, tapi itu statusnya hutan lindung. Nah, kalau hutan konservasi, kita harus cari tau dulu seperti apa, karena hutan konservasi ini kan statusnya lebih tinggi,” imbuhnya.

Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat, petugas PDAM Tirta Sejiran Setason mencari sumber air baru sebagai salah satu solusi atas kekeringan yang terjadi.

Sejak beberapa hari terakhir, petugas PDAM bersama dengan bidang Cipta Karya Dinas PUPR Bangka Barat telah melakukan survei terhadap dua sumber air baru di Bukit Menumbing.

Demikian yang diungkapkan oleh Harpandi, Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason, Bangka Barat, Kamis (10/9/2026).

“Hal ini masih dipelajari oleh PU (Dinas PUPR-red) untuk bagaimana nantinya hal ini bisa menjadi cadangan dan sumber air baku berkelanjutan kedepan,” kata dia.

Harpandi menyebut, pihaknya masih menunggu seperti apa treatmen yang akan di lakukan oleh Dinas PUPR supaya sumber air tersebut bisa digunakan dan dialirkan serta segera terealisasi.

Lebih lanjut, saat ini sedang dilakukan kajian teknis terkait pengaliran air yang perlu memikirkan perihal tingkat gravitas dan lain sebagainya.

"Dikaji dulu teknisnya, menggunakan pipanisasi atau seperti apa, karena harus diukur dulu tingkat gravitasinya," jelasnya.

Adapun dua sumber air baru atau embung tersebut berada di sekitar pos 1 kawasan Tahura Bukit Menumbing.

Jarak salah satu sumber air berjarak sekitar 50 meter dari water pom, sedangkan satunya berjarak sekitar 75 meter.

“Lokasi itu berada di kawasan Tahura, sehingga teknis pemanfaatannya masih harus dikaji lebih lanjut,” ujarnya.

Selain urusan teknis pengaliran air, kebutuhan operasional atau biaya terkait pemanfaatan sumber air tersebut juga sedang dikaji.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.