TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pasokan darah untuk pasien di 11 rumah sakit di Provinsi Gorontalo ditangani oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Gorontalo.
Unit Donor Darah (UDD) PMI harus memastikan ketersediaan darah untuk memenuhi permintaan dari rumah sakit yang membutuhkan.
Kepala Markas PMI Kota Gorontalo, Irfan Gani, mengatakan UDD PMI saat ini menangani kebutuhan darah untuk sekitar 11 rumah sakit yang tersebar di Provinsi Gorontalo.
Baca juga: 2 Anggota Polresta Karawang Di-PTDH, Bentuk Pelanggaran Tak Diungkap
Dalam sebulan, jumlah darah yang keluar dari UDD PMI dapat mencapai sekitar 800 hingga 1.000 kantong.
"Kalau kita hitung-hitung dalam sebulan hampir 800-1.000 kantong. Perminggu 300-400 yang keluar," kata Irfan saat ditemui Tribungorontalo.com.
Tingginya kebutuhan tersebut membuat PMI terus mendorong masyarakat untuk menjadi pendonor darah.
Menurut Irfan, salah satu upaya yang dilakukan PMI adalah memperbanyak kegiatan donor darah dengan menggandeng berbagai pihak.
Mulai dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), komunitas hingga relawan diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Upaya kita lakukan adalah melakukan kegiatan donor darah," ujarnya.
Irfan menyebut kegiatan donor darah di Gorontalo masih perlu ditingkatkan.
Baca juga: BRI Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan kepada TK Adhyaksa Binaan Kejari Gorontalo
Karena itu, PMI tidak hanya menggelar kegiatan donor, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mendonorkan darah.
"Di Gorontalo program donor darah masih kurang, kita juga melakukan edukasi," katanya.
Selama ini, kegiatan donor darah biasanya dilakukan secara berkala. Jika sebelumnya kegiatan donor dilakukan tiga bulan sekali, PMI kini mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilakukan lebih rutin.
"Dulu tiga bulan sekali, sekarang bisa dua bulan sekali," ungkapnya.
Menurut Irfan, kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin dapat membantu menambah persediaan darah.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan PMI mampu mengumpulkan puluhan hingga lebih dari 100 kantong darah.
Salah satunya kegiatan donor darah di puskesmas yang berhasil mengumpulkan lebih dari 20 kantong darah.
Kemudian kegiatan donor darah bersama mahasiswa di Pertamina yang menghasilkan hampir 100 kantong darah.
Sementara kegiatan bersama Pemerintah Kota Gorontalo juga berhasil mengumpulkan sekitar 80 kantong darah.
"Di puskesmas kemarin 20 kantong lebih. Kemarin kegiatan Pertamina ada hampir 100 kantong. Kemarin dengan Pemkot juga dapat 80 kantong," jelas Irfan.
Baca juga: BRI Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan kepada TK Adhyaksa Binaan Kejari Gorontalo
Namun, kebutuhan darah setiap golongan tidak selalu sama.
Irfan mengatakan golongan darah O menjadi salah satu yang paling banyak dibutuhkan. Setelah itu disusul golongan darah A.
Sementara golongan darah AB juga menjadi salah satu golongan yang perlu mendapat perhatian karena ketersediaannya tidak selalu mudah.
"Permintaan paling banyak golongan darah O, kedua A. Yang paling sulit A+, tapi kadang juga kosong," katanya.
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, PMI Kota Gorontalo juga terus mengaktifkan kepengurusan hingga tingkat kecamatan.
Menurut Irfan, keberadaan PMI di tingkat kecamatan dinilai penting karena posisinya lebih dekat dengan masyarakat.
"Pengurus kota itu sampai tingkat kecamatan, dan sudah aktif. Kenapa kecamatan, karena lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Ke depan, PMI Kota Gorontalo akan mengaktifkan peran kepengurusan tingkat kecamatan untuk memperluas edukasi mengenai donor darah.
Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai donor darah dan mendorong partisipasi dalam kegiatan donor.
"PMI Kota akan mengaktifkan untuk melakukan edukasi, untuk kegiatan donor darah," kata Irfan.
Bagi masyarakat yang ingin ikut mendonorkan darah, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
Calon pendonor akan menjalani pemeriksaan awal oleh petugas sebelum proses donor dilakukan.
Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin dan kondisi kesehatan calon pendonor.
Pendonor juga perlu memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi kepada petugas.
Pada umumnya, donor darah dilakukan oleh orang yang berusia sekitar 17 hingga 60 tahun untuk donor rutin, dengan berat badan minimal sekitar 45 kilogram.
Namun, kelayakan akhir tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas UDD.
UDD PMI Kota Gorontalo yang beralamat di Jl. Sultan Botutihe No. 14, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, buka layanan selama 24 jam untuk masyarakat yang ingin mendonorkan darah.
Pendonor juga sebaiknya cukup tidur serta sudah makan dan minum sebelum melakukan donor darah.
Bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darah, PMI mengimbau agar datang langsung ke layanan donor darah atau mengikuti kegiatan donor darah yang digelar PMI bersama pemerintah, kampus, komunitas, BUMN maupun organisasi lainnya.
Partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Di tengah kebutuhan darah yang mencapai ratusan kantong setiap pekan, kegiatan donor darah menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan darah di Gorontalo. (*)