Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Besar menuntaskan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi 604 operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) gampong se-Aceh Besar.
Bimtek tersebut juga diikuti 23 pemantau kecamatan dan digelar secara bertahap di 23 kecamatan sejak 29 April 2026. Kegiatan dimulai dari Kecamatan Mesjid Raya dan berakhir di Kecamatan Pulo Aceh, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas operator dalam melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data kesejahteraan sosial, termasuk pengusulan bantuan sosial melalui aplikasi SIKS-NG.
Plt Kepala Dinsos Aceh Besar, Nuraida AKS MA, mengatakan operator SIKS-NG gampong merupakan ujung tombak pemutakhiran data kesejahteraan sosial karena berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Operator diajarkan cara melakukan pembaruan data, memverifikasi dan memvalidasi data, serta cara mengajukan usulan bantuan sosial bagi keluarga miskin,” kata Nuraida, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Penentuan Desil DTSEN Jadi Polemik, Warga Soroti Ketepatan Data Hingga Akses BBM Subsidi
Menurutnya, pemutakhiran data secara berkala penting dilakukan untuk memastikan penerima bantuan sosial sesuai dengan kondisi masyarakat terkini.
“Operator SIKS-NG gampong merupakan pilar utama dalam memastikan data penerima bantuan sosial tepat sasaran, akurat, dan transparan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Bimtek, Dinsos Aceh Besar menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Besar dan Dinsos Aceh Besar.
Statistisi Ahli Muda BPS Aceh Besar, Muhammad Syafittri SE MAP, memberikan materi mengenai penentuan tingkat kesejahteraan keluarga atau desil.
Sementara itu, Nuraida selaku Verifikator Kabupaten menyampaikan materi terkait DTSEN. Adapun Pengisi Data Kabupaten, Rifki Panca Putra SSTP MAP, memaparkan tata cara pengusulan bantuan sosial serta pembaruan data melalui aplikasi SIKS-NG.
Nuraida menegaskan, peningkatan kapasitas operator diperlukan agar pengelolaan data di tingkat gampong dilakukan secara benar dan sesuai dengan kondisi terkini masyarakat.
“Dinsos Aceh Besar berharap hasil Bimtek ini dapat diterapkan dalam pemutakhiran data secara berkala, sehingga basis data kesejahteraan sosial semakin akurat dan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran,” pungkasnya.