TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Menu ayam woku yang disantan pelajar MAN 2 Banyumas sebelum diduga mengalami keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengandung dua bakteri.
Dua bakteri inilah yang diduga mengakibatkan ratusan anak-anak tersebut mengalami gejala keracunan makanan pada Senin, 10 Agustus 2026 lalu.
Informasi ini disampaikan Humas MAN 2 Banyumas Muhammad Fahmi saat ditemui di sekolah, Kamis (10/9/2026).
Fahmi mengungkap, dua bakteri ini ditemukan berdasarkan hasil uji laboratorium sampel yang dilakukan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Dari uji lab, menu ayam woku dinyatakan positif mengandung bakteri Bacillus cereus dan Escherichia coli.
"Dari SPPG terkait juga sudah menyampaikan hasil evaluasi, ada kesalahan atau human error, ada proses yang tidak sesuai sehingga menimbulkan bakteri," kata Fahmi.
Baca juga: 104 Siswa MAN 2 Banyumas Diduga Keracunan MBG Belum Pulih, Wabup Terima Info Sayur Pokcoy Berlendir
Fahmi mengungkapkan, dari total 1.600 siswa MAN 2 Banyumas, siswa yang mengalami sakit perut sekira 120-130 siswa.
Mereka pun tidak terfokus di satu atau dua kelas, tetapi berpencar.
Sedangkan untuk menu MBG biasanya sampai sekira pukul 10.00 atau 11.00 WIB.
"Ada waktu konsumsi sekira 4 jam setelah sampai, maksimal jam 14.00. Tapi kami tidak pernah melebihi waktu itu."
"Setelah salat Dhuhur, siswa langsung memakannya," imbuhnya.
Fahmi bersyukur, saat kejadian, tidak ada siswa yang terdampak parah sampah harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Setelah jeda tiga hari, beberapa siswa tidak masuk sekolah namun mereka kembali sehat.
"Alhamdulillah tidak ada yang parah."
"Kami juga saat itu berkoordinasi intens dengan puskesmas untuk memantau kondisi anak-anak," jelasnya.
Menurut Fahmi, sejak kejadian keracunan MBG pada 10 Agustus 2026 itu, MAN 2 Banyumas belum menerima lagi pengiriman MBG.
MAN 2 Banyumas juga menunggu konfirmasi dan keputusan BGN apakah MBG di MAN 2 Banyuma akan dilanjutkan atau tidak.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Kemenag Banyumas dan diarahkan untuk mengikuti hasil uji laboratorium dan keputusan BGN.
"Belum ada keputusan dari pihak BGN, dihentikan atau bagaimana, itu urusan di sana."
"Kalau kami hanya pelaksana. Kalau jalan lagi ya kami ikuti saja," ujarnya.
Baca juga: Sempat Santap MBG, Kronologi Ratusan Siswa MAN 2 Banyumas Diduga Keracunan
Fahmi mengatakan, meski begitu, MAN 2 Banyumas tidak akan memaksakan orangtua atau siswa untuk menerima MBG.
Pihaknya akan melakukan polling kepada siswa dan orangtua, mana yang bersedia dan tidak menerima MBG lagi.
Dia khawatir, ada orangtua dan siswa yang masih trauma atas kejadian keracunan MBG bulan lalu.
"Hasil uji lab ini juga akan kami sampaikan ke orangtua melalui komite sekolah. Besok akan ada rapat pleno dan akan kami sampaikan," jelasnya.
Fahmi berharap, kejadian tersebut dapat menjadi hikmah terutama bagi SPPG terkait agar memberikan pelayanan lebih baik lagi.
"Harus lebih baik, dari standar gizi, standar kesehatan, dan standar distribusi," katanya.
Tribunbanyumas.com berusaha nengonfirmasi Satgas BGN Banyumas terkait hasil lab uji sampel makanan MBG di MAN 2 Banyumas ini tetapi belum ada tanggapan.
Sementara, SPPG Mersi 2 sebagai pemasok MBG untuk MAN 2 Banyumas terpantau sepi, tidak ada aktivitas, Kamis pagi.
Tak ada kegiatan pengiriman makanan maupun karyawan.
Hanya ada satu karyawan yang berada di sekitar SPPG. (*)