Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jokowi menerima plakat dan surat dari sekelompok orang yang mendatangi kediamannya di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (10/9/2026).
Plakat dan surat tersebut diserahkan melalui staf setelah massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak tidak mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Jokowi.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, menjelaskan pihaknya telah menerima plakat dan surat tersebut.
Sementara mengenai keinginan massa untuk bertemu langsung dengan Jokowi, ia masih menunggu arahan terkait waktu pertemuan.
“Tadi sudah diterima dengan baik dari perwakilan kami. Suratnya saya sendiri juga sudah baca. Segala aspirasi, saran, masukan terkait beliau akan kami sampaikan. Beliau pasti baca tidak mungkin tidak. Kalau ada permintaan bertemu kami sampaikan. Terkait jadwalnya kapan tergantung beliau,” tuturnya.
Sebelumnya, sekelompok orang tersebut datang ke kediaman Jokowi menyusul wacana percepatan pemilihan umum (pemilu) yang sempat dilontarkan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.
Salah satu perwakilan massa, Bangun Sutoto, mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan surat dan memberikan plakat kepada Jokowi sebagai bentuk kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami dari Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak pada 10 September 2026 ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo. Menurut kami Bapak Joko Widodo belum lama ini duduk di sebelah kiri Saudara Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar,” jelasnya.
Mereka juga berharap Jokowi tidak terlibat dalam gerakan yang dinilai melanggar konstitusi.
“Kami menilai bahwa apa yang dikatakan Budi Arie indikasi adanya tindakan makar. Ketika kita bicara makar kita bicara kedaulatan dan eksistensi Republik Indonesia. Bagaimanapun makar adalah tindakan inkonstitusional,” jelas Bangun.
Massa sempat meminta agar dapat menyerahkan plakat dan surat tersebut secara langsung kepada Jokowi.
Namun, salah satu anggota Paspampres, Serka Zainudin, menemui mereka dan menjelaskan bahwa semua pemberian harus melalui staf.
Akhirnya, plakat dan surat tersebut diserahkan melalui staf Jokowi.
Baca juga: Api Belum Padam, Gas Metana Masih Mengintai Blok B TPA Putri Cempo Solo
Sedangkan keinginan untuk bertemu langsung dengan Jokowi akan terlebih dahulu disampaikan melalui staf. Massa sempat menunggu kepastian apakah Jokowi berkenan menemui mereka.
Mereka meminta pertemuan dilakukan di depan rumah agar dapat didokumentasikan secara langsung.
“Kami sampaikan kepada sekretariat dan Paspampres bahwa kami meminta beliau untuk menemui secara langsung di depan rumah. Bisa direkam, bisa didokumentasikan jurnalis dan siapa pun yang hadir sehingga tidak ada dusta di antara kita,” ungkap Bangun.
Setelah menunggu beberapa saat tanpa mendapat kejelasan, massa akhirnya meninggalkan lokasi. Mereka berharap keinginan untuk bertemu Jokowi dapat terlaksana di kemudian hari.
“Kami berpositif thinking bahwa suatu saat apa yang menjadi niatan kami akan dijawab oleh beliau,” jelasnya. (*)