Dalam Sepekan 2 Ibu Tega Bunuh Anak Kandung di Jayapura, Kapolres Sebut Kejadian Luar Biasa
Paul Manahara Tambunan September 10, 2026 05:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Kasus pembunuhan anak oleh ibu kandung yang terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi sorotan tajam kepolisian setempat.

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius Helan, menegaskan fenomena dua orang ibu tega menghilangkan nyawa anak kandungnya sendiri dalam kurun waktu sepekan merupakan kejadian luar biasa (extraordinary event).

"Ini kejadian luar biasa. Dua orang ibu di Kabupaten Jayapura tega menghilangkan nyawa anak kandungnya sendiri. Ini harus ditindaklanjuti ke depan agar tidak terjadi lagi," ujar Dionisius saat menggelar jumpa pers di Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibu, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Penyebab Ibu di Sentani Jayapura Aniaya Anak Kandung hingga Tewas, Begini Kata Polisi

Rentetan insiden memilu tersebut terjadi hanya berjarak beberapa hari.

  1. Kasus Pertama (Minggu, 30/8/2026): Seorang ibu muda berinisial SJ (29) nekat membuang bayinya yang baru dilahirkan di dalam kamar mandi rumah. Didorong rasa malu terhadap keluarga, pelaku memasukkan jasad bayinya ke dalam karung lalu membuangnya ke aliran Kali Komba, Doyo Baru.
  2. Kasus Kedua (Rabu, 9/9/2026): Aksi penganiayaan berujung maut dialami seorang remaja berusia 15 tahun. Korban tewas usai dipukul menggunakan balok kayu berukuran 25 sentimeter oleh ibu kandungnya sendiri. Aksi brutal tersebut dipicu emosi tak terkontrol lantaran korban menolak saat diminta membuatkan susu untuk adiknya yang masih berusia dua bulan.
PENEMUAN BAYI - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayapura saat melakukan olah TKP di Kali Komba, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura
PENEMUAN BAYI - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayapura saat melakukan olah TKP di Kali Komba, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Polisi harap Pemkab dan Forkopimda turun tangan

Menanggapi maraknya aksi kekerasan dalam rumah tangga yang berujung kematian tersebut, Polres Jayapura mendorong Bupati Jayapura beserta jajaran terkait untuk bergerak cepat.

Pihak kepolisian menilai penanganan masalah sosial dan psikologis masyarakat tidak bisa hanya dibebankan pada penegakan hukum semata.

Baca juga: Warga Temukan Jasad Bayi Perempuan di Kali Komba Jayapura, Polisi Selidiki Ibu Kandung

"Kami harus berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Bupati Jayapura, Dinas Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial, terkait langkah-langkah kerja sama yang dapat dilakukan," ujar Dionisius.

Ia menambahkan, program edukasi dan sosialisasi mengenai pola asuh, kesehatan mental, serta perlindungan anak perlu digencarkan secara masif ke lapisan masyarakat guna mencegah tragedi serupa terulang kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.