Jenazah Wili Mbuik Korban Penembakan TPNPB-OPM di Jayawijaya Diterbangkan ke Kupang
Paul Manahara Tambunan September 10, 2026 05:29 PM

 

Laporan wartawan Tribun Papua.com, Taniya Sembiring

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Wili Mbuik (26), korban aksi penembakan oleh pemberongtak pro-kemerdekaan Papua atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Jenazah korban kini dalam proses pemulangan dari Wamena menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses pemulangan jenazah mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian sejak keberangkatan awal hingga transit di Jayapura, Kamis (10/9/2026).

"Keberangkatan jenazah korban kekerasan oleh OTK di Distrik Muliama tersebut dilakukan untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Baca juga: Pasca-penembakan ASN Jayawijaya, OPM Ancam Pemerintah dan Nyatakan Perang Terbuka di Wamena

Keberangkatan jenazah diawali dari Apron II Bandar Udara Wamena menggunakan pesawat kargo Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YSV pada Kamis pagi.

Proses tersebut mendapat pengawasan langsung dari personel Polres Jayawijaya.

Jenazah mulai dimuat ke dalam bagasi pesawat sekitar pukul 10.58 WIT, sebelum akhirnya lepas landas menuju Jayapura pada pukul 11.20 WIT.

Setibanya di Bandar Udara Sentani Jayapura pukul 11.58 WIT, pengamanan ketat kembali diberlakukan.

Pengawalan melibatkan personel gabungan dari Polsek Kawasan Bandara Sentani, petugas Cargo Landasan Bandara Sentani, anggota BKO Kopasgat Lanud Silas Papare.

Di bawah monitoring Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Iptu Wajedi, jenazah dipindahkan ke fasilitas kargo dan ditempatkan sementara di ruang karantina sembari menunggu jadwal penerbangan lanjutan.

Perjalanan membawa pulang jenazah Wili Mbuik menempuh rute transit yang lumayan panjang. Dari Jayapura, jenazah dijadwalkan terbang menuju Makassar, dilanjutkan transit di Jakarta, sebelum akhirnya mendarat di Kupang, NTT.

PENEMBAKAN - Sejumlah petugas medis Puskesmas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan sedang memberikan pertolongan medis kepada tiga pegawai Dinas Pertanian yang menjadi korban penembakan, Rabu (9/9/2026).
PENEMBAKAN - Sejumlah petugas medis Puskesmas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan sedang memberikan pertolongan medis kepada tiga pegawai Dinas Pertanian yang menjadi korban penembakan, Rabu (9/9/2026). (Tribun Papua/Istimewa)

Polda Papua memastikan seluruh rangkaian proses keberangkatan jenazah dari Wamena hingga Jayapura berlangsung aman dan terkendali.

"Kepolisian bersama pihak terkait melakukan pengamanan dan monitoring di setiap tahapan pemulangan untuk memastikan perjalanan jenazah berjalan aman, tertib, dan lancar hingga diterima pihak keluarga," tegas Cahyo.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Tanggung Jawab atas Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Korban Dituduh Intelijen

Polisi Buru Pelaku Penembakan

Selain menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban, Polda Papua juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan isu atau informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya agar kondisi keamanan di Papua Pegunungan tetap kondusif.

Saat ini, insiden penembakan maut di Distrik Muliama tersebut tengah menjadi prioritas penanganan aparat keamanan. Tim penyidik terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar dan mengungkap identitas para pelaku di balik aksi kekerasan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.