TRIBUNNEWS.COM - Trauma seksual pada wanita dapat memengaruhi kehidupan seksual, termasuk menyebabkan penurunan gairah atau libido.
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari rasa nyeri saat berhubungan intim, penyakit tertentu, perubahan hormon, hingga masalah psikologis dan hubungan dengan pasangan.
Medical sexologist dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS, menjelaskan bahwa trauma seksual dapat membuat seorang wanita kehilangan keinginan untuk melakukan hubungan intim.
Menurutnya, salah satu pemicu trauma seksual adalah rasa nyeri yang dialami saat berhubungan seksual.
"Nyeri itu akan mengakibatkan trauma seksual," jelas dr. Binsar Martin Sinaga dalam wawancara program Bugar Seksual di Kantor Tribunnews redaksi Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip pada Kamis (10/9/2026).
Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi gairah seksual wanita.
Baca juga: Cegah Risiko Penyakit Sejak Dini, Masyarakat Diharapkan Disiplin Kontrol Kesehatan
1. Nyeri saat Berhubungan Intim
Rasa sakit saat melakukan hubungan seksual dapat membuat wanita mengalami trauma dan akhirnya enggan untuk kembali berhubungan intim.
Kondisi tersebut dapat terjadi, salah satunya, ketika kadar hormon estrogen menurun.
Penurunan estrogen dapat menyebabkan vagina menjadi kering sehingga hubungan seksual terasa sakit dan tidak nyaman.
Akibatnya, wanita dapat kehilangan keinginan atau gairah untuk melakukan hubungan intim.
2. Penyakit atau Kondisi Fisik
Trauma seksual dan penurunan libido juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan yang dialami seorang wanita.
Penyakit seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, diabetes, hingga kolesterol dapat memengaruhi kehidupan seksual.
Masalah pada organ reproduksi juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan wanita mengalami trauma dan kehilangan gairah seksual.
Selain penyakit itu sendiri, beberapa pengobatan yang dijalani juga dapat berkaitan dengan menurunnya libido.
3. Masalah Psikologis
Faktor psikologis juga dapat memperberat masalah libido pada wanita.
Konflik dalam rumah tangga, hubungan yang tidak harmonis, hingga tekanan yang dialami seorang wanita dapat memengaruhi keinginannya untuk melakukan hubungan intim.
Masalah psikologis dapat terjadi baik pada wanita yang belum menopause maupun yang sudah memasuki masa pascamenopause.
Kondisi tersebut dapat membuat wanita menjadi enggan melakukan hubungan seksual.
Wanita dapat tidak lagi memiliki keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan.
Selain itu, wanita yang mengalami trauma seksual dapat menjadi lebih pasif dalam kehidupan seksualnya.
Mungkin hal ini ditandai dengan tidak adanya ketertarikan atau tidak memiliki keinginan untuk memulai keintiman dengan pasangan.
Selain itu, biasanya wanita yang mengalami trauma cenderung menolak ketika pasangan mengajaknya berhubungan intim.
Ia menjelaskan bahwa masalah tersebut tidak selalu memiliki tanda fisik yang mudah dikenali.
Baca juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Ginjal, Mulai Cek Warna Urine hingga Olahraga
Menurut dr. Binsar, trauma seksual yang dialami wanita tidak hanya dapat memengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga kehidupan seksual bersama pasangan.
Ketika seorang wanita kehilangan gairah seksual, menjadi pasif, atau sering menolak hubungan intim, kondisi tersebut dapat memicu masalah dalam hubungan.
Ia menggambarkan masalah seksual dalam hubungan pasangan seperti permainan pingpong, karena kondisi satu pihak dapat memengaruhi pihak lainnya.
Karena itu, penanganan masalah tidak hanya berfokus pada salah satu pasangan.
Komunikasi dan upaya mencari penyebab masalah menjadi hal penting untuk dilakukan bersama.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi, Langkah Penting untuk Kesehatan Tubuh
1. Cari Penyebab Trauma
Pasangan perlu mencari tahu apa yang menyebabkan wanita kehilangan gairah seksual.
Apakah masalah tersebut berkaitan dengan nyeri saat berhubungan intim, penyakit tertentu, perubahan hormon, atau persoalan psikologis.
2. Jangan Mengabaikan Rasa Nyeri
Nyeri saat berhubungan seksual tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja.
Sebab, rasa sakit yang terus berulang dapat menyebabkan wanita semakin takut atau enggan melakukan hubungan intim.
Kondisi yang mendasari rasa nyeri tersebut perlu diperiksa dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
3. Membangun Komunikasi dengan Pasangan
Komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi masalah seksual dalam hubungan.
Dengan komunikasi yang baik, pasangan dapat mengetahui penyebab wanita mengalami hambatan dalam gairah seksual.
4. Mendapatkan Bantuan Profesional
Bantuan profesional juga dapat diperlukan dalam proses penanganan trauma seksual.
Jika terdapat masalah psikologis, wanita perlu memperoleh bantuan dari psikolog sesuai kebutuhannya.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)