Kabur dari Kapal Cumi dengan Lompat ke Laut, Pemuda Aceh Timur Justru Pilih Tinggal di Babel
Muliadi Gani September 10, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR - Sebuah kisah mengharukan sekaligus mengejutkan datang dari seorang pemuda asal Dusun Blang Geudong, Desa Merbou Dua, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, bernama Branta Sanca Aji.

Ia sempat mengalami insiden dramatis terdampar di perairan laut Bangka Belitung (Babel) usai nekat melompat dari kapal penangkap cumi tempatnya bekerja.

Aksi nekat tersebut terpaksa dilakukan Branta demi melepaskan diri dari tempat kerja yang dinilainya memperlakukan dirinya secara tidak layak dan tidak manusiawi.

Keinginan untuk berhenti bekerja terhalang oleh ikatan kontrak kerja yang mengikatnya, sehingga ia memilih jalan pintas melompat ke laut demi kabur.

"Saat kita tanya kenapa melompat, katanya tempat kerja di kapal pemancing cumi itu ia diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi, jadi akhirnya dia lompat untuk kabur," ungkap Camat Birem Bayeun, Furqan Febriansyah.

Beruntung, warga setempat dengan sigap menyelamatkan Branta yang terombang-ambing di laut sebelum jatuh pada kondisi yang lebih membahayakan.

Kejadian itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian sektor (Polsek) setempat serta Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai insiden tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Sosial Aceh.

Koordinasi intensif langsung dijalin antara jajaran Dinsos Babel dan Dinsos Aceh Timur untuk memproses pemulangan Branta kembali ke kampung halamannya.

Baca juga: Rakorgub se-Sumatra, Wagub Aceh Dorong Penguatan Konektivitas dan Hilirisasi Komoditas Aceh

Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Angin 20 Knot di Perairan Sabang–Banda Aceh

Memilih Menetap

Kendati demikian, alur cerita berbalik arah setelah Branta melewati masa pemulihan.

Di luar dugaan, pemuda tersebut justru menyatakan kebulatan tekadnya untuk menolak pulang ke Aceh.

Keputusan itu diambil lantaran ia telah mendapatkan tawaran pekerjaan tetap sebagai sopir truk oleh salah seorang anggota Polsek setempat di Bangka Belitung.

Keinginan tak biasa ini lantas dibahas secara mendalam melalui forum mediasi virtual yang melibatkan Pemkab Aceh Timur, Pemprov Babel, jajaran Muspika Kecamatan Birem Bayeun, serta Keuchik Merbou Dua pada Selasa (8/9/2026).

Hasil mediasi menyetujui pilihan Branta untuk menetap dan bekerja di Babel, yang juga telah direstui oleh pihak orang tuanya di Aceh Timur.

Menanggapi situasi ini, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, pada Kamis (10/9/2026), secara khusus memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Saharani, S.Ag., M.A., agar terus memantau kondisi terkini Branta serta menjaga komunikasi aktif dengan instansi sosial di Babel.

“Kami minta Dinsos terus pantau dan jaga komunikasi dengan Dinsos Babel.

Yang penting anak kita di sana aman, bekerja dengan baik, dan tidak terlantar,” tegas Bupati Iskandar.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Sektor dan Dinas Sosial Babel yang tidak hanya menyelamatkan nyawa warganya, tetapi juga memberikan kepedulian serta kesempatan kerja yang layak bagi Branta di perantauan.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Kecelakaan di Aceh Timur Melonjak, 13 Nyawa Melayang Sepanjang Juli-Agustus 2026

Baca juga: AKBP Aris Cai Dwisusanto Ditunjuk Jadi Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi ke Luwu Timur

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.