Kapal Bawa 5 Jurnalis Hilang, Nelayan Sempat Peringatkan Kapten soal Ombak Besar
Laksmi Anindita September 10, 2026 05:54 PM

TRIBUNWOW.COM - Titik terang pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau mulai muncul.

Seorang nelayan mengaku sempat bertemu dengan kapal yang membawa rombongan tersebut pada Senin (7/9/2026) sore.

Pertemuan itu terjadi ketika kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak tersebut tengah melintas di perairan Selat Sunda dalam perjalanan menuju Carita, Banten.

Keterangan tersebut diungkap Yodistira Nugraha, seorang aktivis sekaligus pegiat media sosial, saat ikut melakukan pencarian pada Rabu (9/9/2026).

Dalam unggahannya di Instagram, Yodistira memperlihatkan momen ketika dirinya bertemu dengan sejumlah nelayan di tengah laut.

Ia kemudian menanyakan kepada para nelayan tersebut mengenai keberadaan kapal yang membawa rombongan jurnalis.

Yodistira mengaku terkejut setelah mengetahui salah satu nelayan yang ditemuinya ternyata masih memiliki hubungan darah dengan kapten kapal yang kini hilang.

Baca juga: Selat Sunda Diselimuti Debu Vulkanik, Tim SAR Belum Temukan 5 Jurnalis dan Rombongan Speedboat

Menurut nelayan tersebut, dirinya memang sempat melihat kapal rombongan jurnalis pada Senin sore.

Saat itu, kapal disebut sedang bergerak menuju arah pulang, yakni Carita, Banten.

"Sekitar jam berapa kang (rombongan jurnalis) mau pulang?" tanya Yodistira.

"Mau Maghrib," jawab nelayan tersebut.

"Setengah enam ya?" tanya Yodistira kembali.

"Iya," jawab nelayan.

Yodistira kemudian menjelaskan bahwa sekitar pukul setengah enam sore, kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut terlihat menuju arah pulang di sekitar Labuhan Cabe Krakatau.

Nelayan itu juga sempat memberikan peringatan kepada kapten kapal agar tidak melanjutkan perjalanan menuju Carita.

Pasalnya, kondisi ombak di wilayah tersebut saat itu disebut cukup tinggi.

Namun, setelah kapal tersebut melanjutkan perjalanan, nelayan itu tidak mengetahui lagi keberadaannya.

Ia kemudian baru mengetahui bahwa kapal yang sempat ditemuinya ternyata hilang kontak.

Dalam keterangannya, nelayan tersebut juga menyebut kapten kapal yang membawa rombongan jurnalis merupakan keponakannya.

"Nelayan yg ada di video menceritakan bahwa ia sempat melarang kapten kapal yg hilang kontak untuk kembali ke Carita, karena ombak besar, nelayan tersebut menceritakan kalau Kapten kapal itu adalah keponakannya," tulis Yodistira.

"Nelayan tsb baru mengetahui dari kami kalau kapal yg membawa rombongan jurnalis hilang kontak sampai saat ini," lanjutnya.

Hingga Kamis (10/9/2026), pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut masih terus dilakukan oleh Basarnas, tim SAR, warga, dan para nelayan.

Baca juga: Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Enam Sektor

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.