TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Rumah Kepala SMP Muhammadiyah Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Abni Nur Susiowati, ludes terbakar dalam kebakaran yang terjadi di Dusun Jombang, Desa/Kecamatan Yosowilangun, Kamis (10/9/2026).
Kebakaran tersebut juga merembet ke rumah milik adik korban, Sri Karyawati (45), yang lokasinya berdempetan.
Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kebakaran bermula pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 21.50 WIB. Saat kejadian, penghuni rumah masih berada di dalam bangunan.
Menurut Suprapto, api pertama kali diketahui oleh Arik Hermawan, anak Abni Susiowati. Arik melihat kobaran api muncul dari bagian plafon rumah.
Mengetahui kondisi tersebut, Arik langsung membangunkan istri dan ibunya untuk keluar rumah dan menyelamatkan diri.
"Mengetahui plafon rumah dalam kondisi terbakar, kemudian saudara Arik Hermawan membangunkan istri dan ibunya untuk menyelamatkan diri keluar rumah," ungkap Suprapto.
Baca juga: Dua Pelaku Pencurian Motor di Desa Padang Lumajang Terekam CCTV, Kini Berhasil Ditangkap
Setelah berhasil keluar, korban bersama warga dan polisi berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Upaya tersebut dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB, sekaligus sambil berusaha memadamkan api.
Namun, kobaran api semakin membesar. Karena posisi rumah Abni dan Sri Karyawati berdempetan, api kemudian merambat dan membakar bangunan milik Sri Karyawati.
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 22.30 WIB dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Petugas kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Depan Polsek Yosowilangun Lumajang, Damkar Turun Tangan
"Pukul 22.30 waktu setempat mobil Damkar 2 unit tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 23.30 waktu setempat," jelas Suprapto.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan tersebut mengarah pada kabel di dekat sakelar yang kondisinya terkelupas dan belum sempat diperbaiki.
"Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik yang berasal dari kabel dekat skakel ada yang terkelupas, dan belum sempat dibenahi," bebernya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material cukup besar.
Kerugian rumah Abni Susiowati diperkirakan mencapai Rp150 juta. Bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan hingga 100 persen.
Sementara itu, kerugian yang dialami Sri Karyawati diperkirakan sekitar Rp25 juta. Bagian rumah miliknya yang terbakar mencapai sekitar 40 persen dari keseluruhan bangunan.
"Sementara kerugian material Sri Karyawati diperkirakan Rp25 juta. Karena rumah yang terbakar 40 persen dari total bangunan," pungkasnya.