Soal Bobotoh Tak Bisa Datang ke Laga Persija Vs Persib di SUGBK, PSSI: Lebih Baik Menunggu
Hasiolan Eko P Gultom September 10, 2026 05:57 PM

Soal Bobotoh Tak Bisa Datang ke Laga Persija Vs Persib di SUGBK, PSSI: Lebih Baik Menunggu

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PSSI berharap pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026), tidak hanya berjalan aman, tetapi juga menjadi momentum baru bagi perdamaian antarsuporter.

Laga yang mempertemukan dua rival besar sepak bola Indonesia itu kembali digelar di Jakarta dengan kehadiran penonton.

Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari PSSI setelah pihak kepolisian memberikan izin penyelenggaraan pertandingan.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan apresiasi kepada Polri karena memberikan kepercayaan pertandingan Persija dan Persib digelar dengan penonton di Jakarta.

“Ini apresiasi yang setinggi-tingginya bagi kami kepada pihak kepolisian atas kepercayaan terselenggaranya pertandingan ini dengan penonton di Jakarta,” kata Yunus Nusi di Kantor I.Legue, Menara Mandiri, Sudirman, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Bagi PSSI, kembalinya duel Persija kontra Persib dengan penonton di Jakarta diharapkan menjadi awal yang baik untuk sepak bola nasional.

Rivalitas kedua klub tetap boleh terasa di lapangan, namun tidak semestinya merembet menjadi konflik di luar pertandingan.

“Ini menjadi titik awal dari sebuah pergelaran antara Persija dan Persib yang diharapkan oleh keluarga besar sepak bola Indonesia, yang insyaallah akan bertanding dengan aman dan sukses,” ujarnya.

Di tengah antusiasme menyambut pertandingan, PSSI juga memilih berhati-hati terhadap potensi gesekan.

Salah satu kekhawatiran muncul terkait rencana kehadiran perwakilan suporter Persib di Jakarta untuk membawa pesan persahabatan dan persaudaraan.

Niat tersebut pada dasarnya positif, tetapi situasi di sekitar pertandingan dikhawatirkan justru dimanfaatkan oknum tertentu untuk memancing provokasi.

"Kekhawatiran tentang terprovokasi kemudian akan ada oknum-oknum atau orang-orang tertentu yang tidak suka dengan perdamaian datang untuk memprovokasi," ucap Yunus.

Atas pertimbangan tersebut, PSSI mengapresiasi keputusan suporter Persib yang memilih tidak datang ke Jakarta, termasuk hanya dalam bentuk perwakilan.

Langkah itu diambil untuk mencegah munculnya potensi persoalan yang justru dapat mencederai upaya perdamaian antarsuporter.

"Maka kami berterima kasih kepada suporter Persib untuk tidak datang dengan cara itu, karena khawatir akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum perdamaian ini dengan cara-cara yang tentu kita tidak inginkan," kata Yunus.

Koordinasi mengenai hal tersebut telah dilakukan PSSI bersama PT I.League, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.

Untuk sementara, menahan diri dianggap sebagai pilihan terbaik demi menjaga situasi tetap kondusif.

"Kita lebih baik menahan diri untuk menunggu sejenak di beberapa pertandingan atau pertandingan di hari Sabtu, tidak mendatangkan walaupun hanya perwakilan dari suporter untuk menjadi bentuk bagian pesan kepada seluruh suporter, baik yang ada di Tanah Air," ucapnya.

PSSI juga mengingatkan pihak-pihak yang mengatasnamakan suporter Persib agar tidak hadir ke Jakarta pada pertandingan tersebut.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga laga tetap aman sekaligus memastikan kompetisi Super League 2026/2027 tidak terganggu persoalan di luar lapangan.

Pasalnya, kompetisi musim ini baru memasuki pekan kedua. 

PSSI tidak ingin pertandingan besar tersebut justru menjadi awal munculnya masalah yang kemudian berdampak pada penyelenggaraan laga-laga berikutnya.

"Kita tidak mau di Liga kedua ini tercederai, kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan dan rintangan untuk selanjutnya," jelas Yunus.

Lebih jauh, PSSI ingin duel Persija dan Persib menjadi bagian dari perjalanan menuju hubungan yang lebih baik antarsuporter di Indonesia.

Rivalitas tetap menjadi warna dalam sepak bola, tetapi persatuan, perdamaian, dan persahabatan harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

"Terhadap Persija Jakarta dan Persib, lebih penting menjaga persatuan, perdamaian, dan persahabatan," tegasnya.

Semangat tersebut sebelumnya telah digaungkan melalui deklarasi perdamaian yang melibatkan perwakilan suporter dari 18 klub.

PSSI berharap komitmen itu tidak berhenti pada sebuah seremoni, tetapi terus dibawa dalam setiap pertandingan di berbagai daerah.

"Kita juga sangat berharap bahwa pertandingan antara Persija dan Persib akan menjadi titik awal perdamaian antara seluruh suporter," kata Yunus.

Komunikasi antarsuporter pun menjadi salah satu hal yang terus didorong. Hubungan baik tidak harus dibangun ketika dua klub bertemu di lapangan, tetapi perlu dijaga secara berkelanjutan di luar pertandingan.

"Kita berharap kawan-kawan untuk selalu membangun komunikasi antara suporter, mulai saat ini sampai seterusnya, walaupun tidak dalam sebuah pertandingan," ujar Yunus.

PSSI bahkan telah meminta klub-klub untuk ikut berperan membangun komunikasi tersebut.

Dengan hubungan yang lebih terbuka, potensi kesalahpahaman dan konflik di antara kelompok suporter diharapkan dapat ditekan.

"Kita sudah meminta kepada klub untuk membina dan membangun komunikasi terus-menerus antara suporter dengan suporter klub lainnya," pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.