Ekonomi Batang Melejit 8,38 Persen, 38 Indikator Pembangunan Masih Jadi Alarm
raka f pujangga September 10, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG — Perekonomian Kabupaten Batang melaju jauh di atas rata-rata Jawa Tengah pada Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 8,38 persen, bahkan menempatkan Batang di jajaran tiga daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Bupati Batang Perketat Izin Pemanfaatan Aset Daerah, OPD Tak Bisa Lagi Bergerak Sendiri

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, menyebut angka pertumbuhan ekonomi Batang berada jauh di atas capaian Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 5,65 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang sampai dengan Triwulan II 2026 mencapai 8,38 persen," kata Bagus Pambudi kepada Tribunjateng, Kamis (10/9/2026). 

Posisi tersebut menempatkan Batang dalam tiga besar pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Indonesia, setelah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Angka 8,38 persen itu juga melampaui target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tahun 2026 yang berada pada kisaran 6,35 hingga 6,50 persen.

Menurut Bagus, tingginya pertumbuhan tersebut tidak lepas dari geliat sejumlah sektor utama yang menjadi mesin ekonomi daerah.

"Penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang hingga pertengahan tahun 2026 didorong oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, serta sektor konstruksi," ungkapnya.

Di tengah laju ekonomi yang tinggi tersebut, evaluasi pembangunan daerah justru menemukan sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dikejar hingga akhir 2026.

Bapperida mencatat kinerja pelaksanaan program dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang sampai Triwulan II berada pada kategori Tinggi, dengan rata-rata capaian kinerja program mencapai 87,19 persen.

Dari keseluruhan indikator yang dievaluasi, sebanyak 185 indikator kinerja atau sekitar 74 persen telah mencapai kategori Sangat Tinggi.

Dari 44 perangkat daerah yang dievaluasi, sebanyak 25 OPD masuk kategori kinerja Sangat Tinggi, sementara 16 OPD berada pada kategori Tinggi.

Namun, masih terdapat 38 indikator kinerja program yang berada dalam kategori Rendah hingga Sangat Rendah.

Indikator tersebut tersebar di 21 OPD dan kecamatan.

Sejumlah persoalan menjadi penyebab belum optimalnya capaian beberapa indikator tersebut. 

Di antaranya kendala perizinan sarana kesehatan, proses peremajaan sertifikasi tenaga konstruksi, faktor cuaca yang memengaruhi produksi hortikultura, hingga keterbatasan sarana pendukung di tingkat kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Batang juga menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan. 

Pada 2026, anggaran sebesar Rp13,52 miliar dialokasikan untuk mendukung sektor tersebut.

Anggaran itu antara lain diarahkan untuk peningkatan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, pengadaan cadangan pangan serta penanganan kerawanan pangan.

Pada saat yang sama, sejumlah capaian pembangunan Batang juga tercatat dalam penilaian tingkat provinsi dan nasional.

Kabupaten Batang berhasil menembus babak Finalis Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Baca juga: 75 SMP di Batang Bersiap Hadapi 2027, PID Bakal Ditambah hingga Pengelolaan Revitalisasi Diperketat

Sementara dalam Evaluasi Program Stunting Nasional (ProSN), Batang menempati peringkat 14 nasional dari 546 pemerintah daerah dengan nilai 90,83. 

Batang menjadi salah satu dari dua kabupaten di Jawa Tengah yang masuk jajaran 17 besar nasional tersebut.

"Terdapat 38 indikator kinerja program yang masih perlu perhatian dan upaya keras bersama agar target kinerja tahun 2026 dapat tercapai secara optimal di akhir tahun," tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.