SURYA.co.id, Surabaya - SURABAYA — Kreativitas suporter kembali menjadi sorotan di DBL Arena saat Dallas Mania, kelompok pendukung SMAN 18 Surabaya menampilkan koreografi bertema Qin Shi Huang dalam laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Kamis (3/9).
Di gedung yang berlokasi Jl. Ahmad Yani No. 88, Surabaya, Jawa Timur itu koreografi tersebut menjadi simbol kebangkitan dan semangat juang tim basket putra SMAN 18 Surabaya.
Dallas Mania yang sekolahnya di Jl. Raya Menanggal No. 125, Surabaya, Jawa Timur membagi koreografi menjadi dua bagian dengan makna berbeda. Pada bagian pertama, sosok Qin Shi Huang digambarkan dalam nuansa hitam putih, menggambarkan kondisi awal sebelum kebangkitan.
“Awalnya tidak berwarna itu artinya tidak siap. Belum ada kebangkitan, masih awal-awal,” ujar Makrus Uvian, anggota tim kreatif Dallas Mania.
Bagian kedua menampilkan warna merah dan kuning yang melambangkan semangat dan kekuatan baru.
“Yang berwarna itu sudah mulai terbentuk kebangkitannya. Mulai ada perubahan sedikit demi sedikit,” lanjut Makrus.
Perubahan juga tampak pada wajah karakter. Jika sebelumnya mengenakan penutup mata, kini Qin Shi Huang digambarkan dengan tatapan tegas berwarna merah.
“Dia seperti belum siap tempur saat menggunakan penutup mata. Kalau sudah dilepas, dia bakal siap bertanding,” jelas Makrus.
Tulisan “Takkan Ada Kata Lelah untuk Almamater” di sisi kanan dan kiri koreografi menjadi penegasan komitmen Dallas Mania untuk terus mendukung tim. Pemilihan sosok Qin Shi Huang, pendiri Dinasti Qin dan kaisar pertama Tiongkok, mencerminkan semangat menyatukan kekuatan dan pantang menyerah.
Menariknya, koreografi 3D tersebut disiapkan hanya dalam waktu lima hari.
“H-1 sebelum tanding kami membuat koreo 3D yang bagian depan dari malam sampai pagi,” ungkap Makrus.
Energi dari tribun menjadi motivasi bagi para pemain SMAN 18 Surabaya. Meski harus mengakui keunggulan SMAN 3 Surabaya dengan skor 13–15 lewat overtime, Dallas Mania tetap mengapresiasi perjuangan tim.
“Lebih semangat lagi, konsisten latihan, dan jangan mudah menyerah. Tidak perlu takut atau mundur setelah tahu siapa lawannya,” tutup Mikael Apriana, Capo Dallas Mania.