TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pasokan listrik di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini ditopang oleh daya mampu sebesar 15 megawatt (MW) dari tiga fasilitas pembangkit, dengan beban puncak pemakaian masyarakat mencapai 13 MW.
Guna meningkatkan keandalan pasokan, sistem kelistrikan daerah ini disiapkan untuk terhubung langsung ke jaringan transmisi interkoneksi Kalimantan Timur (Kaltim) - Kaltara.
Selisih cadangan daya sebesar 2 MW yang ada saat ini mengandalkan operasional sistem mandiri dari tiga unit, yakni PLTU Kelapis, PLTD Kuala, serta unit mesin sewa RMB Nusa Daya.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, menjelaskan operasional tiga pembangkit tersebut menjaga stabilitas pasokan listrik daerah, sembari PLN terus melakukan pemeliharaan jaringan.
"Kondisi kelistrikan di Malinau cukup stabil dengan operasinya PLTU kelapis, PLTD Kuala dan mesin sewa RMB Nusa daya dengan kapasitas Daya mampu pembangkit 15 MW dan beban puncak di 13 MW. Komitmen dan upaya PLN melakukan perbaikan kehandalan jaringan distribusi," ujarnya, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Benahi Permukiman Padat Bangunan Kayu, Revisi RDTR Malinau Siapkan Jalur Evakuasi Kebakaran
Kesiapan jaringan distribusi lokal di Malinau berkaitan erat dengan rencana integrasi ke sistem transmisi regional melalui jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Tideng Pale – Malinau.
Pengoperasian Gardu Induk (GI) 150 kV Malinau nantinya akan mengubah skema pasokan listrik pelanggan rumah tangga maupun sektor usaha, dari sistem terpisah (isolated) menjadi terhubung ke jaringan interkoneksi Kaltim-Kaltara. Langkah ini diproyeksikan dapat memperluas kapasitas daya serap listrik, menjaga stabilitas tegangan saat beban puncak, serta mengalihkan ketergantungan dari unit mesin sewa secara bertahap.
Di sisi lain, PLN juga memfokuskan agenda ketenagalistrikan pada perluasan akses listrik ke wilayah perdesaan yang belum terjangkau.
"Penguatan Sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah, management PLN dan ESDM untuk pemetaan potensi daerah daerah di wilayah kerja PLN ULP Malinau terus di upayakan. Melalui Unit pelaksana proyek ketenagalistrikan (UPPK) Kaltara dan benua Etam secara bertahap melakukan pembangunan jaringan ke desa desa di wilayah kerja ULP Malinau yang belum terjangkau listrik," paparnya.
Pembangunan jaringan baru oleh UPPK tersebut menjadi pijakan penting dalam meningkatkan rasio elektrifikasi daerah, sekaligus memastikan desa-desa terpencil di Malinau dapat segera menikmati fasilitas listrik dari sistem terpusat.
(*)
Penulis: Mohammad Supri