Pemkab Bangka Barat Akui Ada Sedimentasi, Kolong PDAM di Mentok Bakal Dikeruk
Ajie Gusti Prabowo September 10, 2026 08:50 PM

MENTOK, BABEL NEWS - Kondisi musim kemarau tanpa diselingi hujan membuat kolong-kolong sumber air baku milik PDAM Tirta Sejiran Setason di Mentok, Bangka Barat mulai menyusut. Volume air di kolong bahkan mulai ada yang mengering dan memperlihatkan dasar kolong yang terjadi sedimentasi. Hal ini terlihat jelas di Kolong Menjelang dan Kolong Agro Tirto, Rabu (9/9).

Lumpur yang mengering hingga gundukan tanah tampak jelas menunjukkan bahwa material sedimentasi sudah cukup tebal di dasar kolong. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama PDAM Tirta Sejiran Setason telah mengambil langkah untuk mengusulkan dilakukannya pengerukan.

Pj Sekda Kabupaten Bangka Barat, Abimanyu menyebut, usulan pengerukan tersebut telah disampaikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung selaku instansi terkait yang bakal melakukan pengerukan. "Saat ini kondisi Kolong Menjelang itu sedimentasinya tinggi dan air pun tinggal sedikit stoknya. Kemudian Kolong Agro Tirto itu sudah kering," kata Abimanyu.

Menurutnya, kondisi kekeringan ini menjadi momentum atau kesempatan yang tepat untuk dilakukan pengerukan. "Di kesempatan ini kami menyurati BWS Babel untuk meminta bantuan pengerukan Kolong Menjelang dan  Kolong Agro Tirto," jelasnya.

Pihaknya telah bersurat kepada BWS Babel beberapa waktu lalu. Bahkan kata dia, pihak BWS juga telah melakukan survei ke lapangan dan akan segera memulai pengerukan beberapa hari ke depan. "Untuk Kolong Menjelang sudah dilakukan survei dan akan segera dilakukan pengerukan," ujarnya.

Sedangkan untuk Kolong Agro Tirto, Abimanyu menyebut, pihak BWS meminta Pemkab Bangka Barat melengkapi atau memperkuat dokumen administrasi berupa SK Bupati tentang siaga kekeringan. "Dan kebetulan kita di bulan Juli sudah menerbitkan SK kekeringan dan karhutla, jadi sudah sinkron dan kami sudah bersurat ke BWS untuk pengerukan Kolong Agro Tirto," jelasnya.

Lanjut dia, dengan adanya pengerukan tersebut, maka daya tambung atau volume air di kolong PDAM tersebut akan semakin banyak ke depannya. "Mudah-mudahan lah bulan Oktober ini pengerukan tersebut telah selesai sehingga ketika nanti hujan mulai turun atau sungai di sebelah Kolong Menjelang itu sudah teraliri lagi, maka air yang masuk lebih banyak," tambahnya. (u2)

Temukan Sumber Air di Bukit Menumbing 
MENYUSUT dan keringnya sejumlah sumber air baku milik PDAM Tirta Sejiran Setason di Mentok, Bangka Barat membuat terjadinya krisis air bersih. Kolong Agro Tirto bahkan mengalami kekeringan total. Sementara, Kolong Menjelang juga mengalami penyusutan volume air yang cukup parah.

Mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berupaya mencari embung baru sebagai sumber air alternatif dan harapan di musim kemarau. Dari hasil pencarian yang dilakukan oleh PDAM Tirta Sejiran Setason dan Dinas PUPR Bangka Barat, ditemukan sumber air baru di kaki Bukit Menumbing. 

"Alhamdulillah tim dari PDAM dan PU (Dinas PUPR-red) menemukan dua sumber air lagi di Menumbing," kata Pj Sekda Bangka Barat, Abimanyu, Rabu (9/9).

Lanjut dia, saat ini PDAM dan Dinas PUPR Bangka Barat sedang melakukan survei terhadap dua sumber air tersebut. Dirinya berharap, dengan adanya sumber air ini dapat menjawab soal kebutuhan air bersih, khususnya untuk Kecamatan Mentok di tengah musim kemarau dan krisis air. "Mudah-mudahan ini bisa menjawab (kebutuhan air bersih-red) untuk ke depannya," ucapnya.

Selain mencari embung sumber air lain, berbagai upaya lainnya juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk mencari solusi kebutuhan air bersih. Salah satu upaya jangka panjang yang dilakukan adalah dengan melalukan pengerukan terhadap kolong sumber air baku PDAM yang dalam waktu dekat akan dikerjakan dan diharapkan selesai pada Oktober 2026. (u2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.