Pemkab Bangka Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis
Ajie Gusti Prabowo September 10, 2026 08:50 PM

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka menyiapkan 1.000 dosis vaksin rabies gratis untuk mengantisipasi dan mempertahankan status Kabupaten Bangka sebagai daerah bebas rabies atau zero rabies. Bantuan vaksin tersebut bersumber dari pemerintah pusat dengan jenis vaksin yang digunakan yaitu Neo Rabivet. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinpanpertan Kabupaten Bangka, Trisna Ningsih, menjelaskan sasaran utama dari program vaksinasi ini meliputi hewan penular rabies (HPR) seperti kucing, anjing dan kera yang ada di wilayahnya. Untuk pelayanan vaksinasi sendiri akan dibuka di Kantor Dinpanpertan Kabupaten Bangka. Sedangkan, bagi masyarakat yang rumahnya jauh akan dilakukan door to door.

"Kami punya kuota untuk Kabupaten Bangka sebanyak 1.000 dosis. Untuk pembukaannya, kami sedang membuat nota dinas kepada bupati sambil menunggu waktu kesiapan beliau," kata Trisna Ningsih, Kamis (10/9).

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi massal ini direncanakan mulai berjalan pada bulan September, bertepatan dengan momentum peringatan hari rabies sedunia yang jatuh pada tanggal 28 September. Meskipun saat ini Kabupaten Bangka tercatat berstatus bebas rabies atau nol kasus, pihak dinas tetap proaktif melakukan pencegahan.

Pihaknya tidak hanya menunggu di kantor, melainkan akan mendatangi langsung wilayah-wilayah dengan populasi HPR yang tinggi, seperti Kecamatan Belinyu dan Merawang, dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan setempat. "Kabupaten Bangka ini sudah dicanangkan sebagai daerah bebas rabies. Jadi, kami mempertahankan status bebas rabies itu salah satunya dengan vaksinasi rabies ini," bebernya.

Dirinya membeberkan, bagi masyarakat pemilik hewan peliharaan yang ingin mendapatkan vaksinasi gratis, diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat mendatangi petugas. "Pendataan ini dilakukan untuk mencatat kepemilikan hewan, sekaligus memonitor penggunaan dosis obat yang disalurkan dari pusat," jelasnya.

Sementara itu, bagi hewan peliharaan yang terbukti positif rabies, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melakukan eliminasi karena penyakit tersebut tidak dapat diobati. "Kami berharap melalui program vaksinasi massal ini, kesadaran pemilik hewan peliharaan semakin meningkat sehingga daerah tetap aman dan terhindar dari ancaman penularan virus rabies," harapnya. (v1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.