Warga RT 3 Karang Balik Tarakan Mendadak Kaget, Masuk Desil 3 Tapi tak Lagi Dapat Bantuan Beras
Cornel Dimas Satrio September 10, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Eka Pancakarsa, warga RT 3 Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) kaget bukan main setelah namanya mendadak dicoret dari daftar penerima bantuan pangan beras.

Padahal, ibu tiga anak ini tercatat masuk dalam kelompok desil 3 dan sebelumnya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Kekecewaan itu memicu Eka mendatangi Kantor Kelurahan Karang Balik pada Kamis (10/9/2026) siang untuk mempertanyakan alasan penghentian bantuan tersebut.

"Ada dikasih tahu, jadi saya ke sini nih untuk menanyakan ini bantuan juga, karena desil 3 kok enggak dapat gitu," ujarnya, Kamis.

10092026 warga RT 3 Kelurahan Karang Balik, Tarakan 02
KAGET NAMANYA DICORET - Eka Pancakarsa, warga RT 3 Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengaku kaget namanya tiba-tiba tidak lagi tercantum dalam daftar penerima bantuan beras, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Gara-gara Desil, 5 Warga RT 12 Karang Balik Tarakan Tidak Dapat Bantuan Beras, Ketua RT tak Diam

Eka menuturkan, ia terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan gratis BPJS PBI JK dan sempat menerima BLT Kesra pada 2025.

Adapun bantuan beras dan minyak dari Bulog Tarakan pun masih rutin diterimanya pada April dan Mei 2026 lalu.

Namun, saat penyaluran periode ini berjalan, nama Eka mendadak hilang dari daftar utama penerima bantuan beras.

Padahal, Eka mengaku telah memberikan keterangan sejujurnya saat petugas Sensus Ekonomi mendatangi rumahnya untuk memverifikasi kondisi ekonomi keluarga, mulai dari kepemilikan barang elektronik hingga sumber air.

"Oh kalau kemarin tanya memang pertama penghasilan, itu aja sih sama pengeluaran, punya elektronik apa di rumah kayak gitu," katanya.

Eka juga kerap mengecek status desilnya, tetapi bingung atas kriteria perubahan yang membuat namanya terdepak dari daftar penerima beras.

"Karena BPS belum selesai kayaknya. Iya, kalau menurut saya sih itu. Tapi kalau perubahan desil enggak tahu ya dari mana nih perubahannya kok bisa berubah begitu," ungkap Eka.

Baca juga: Nasib Kai Malik, Lansia di Tarakan tak Lagi Terima Bantuan Beras, Tidak Bekerja Malah Masuk Desil 6

Kondisi Ekonomi dan Mekanisme Pengganti

Kehilangan bantuan pangan menjadi pukulan berat bagi Eka yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Suaminya bekerja sebagai sopir ekspedisi dengan kendaraan sewa dan baru mengantongi uang jika ada muatan.

Dalam sebulan, sang suami rata-rata hanya membawa pulang penghasilan sekitar Rp2 juta yang harus dibagi untuk menopang lima anggota keluarga, biaya sekolah dua anak (SMP dan SD), perawatan satu balita, serta tagihan rutin rumah tangga.

"Belum listrik, gas PDAM, buat makan lagi sehari-hari. (Bantuan beras) pasti membantu sekali, apalagi harga beras di pasar lumayan," ucapnya.

Kondisi riil Eka akhirnya mendapat respons dari pihak kelurahan melalui musyawarah.

Petugas menilai Eka masih sangat layak menerima bansos, sehingga namanya dialihkan ke dalam skema penerima pengganti agar tetap memperoleh beras.

"Hari ini status saya pengganti. Ya Alhamdulillah masih bisa terima," pungkas Eka.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.