TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Enam dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (uinsaizu) Purwokerto mengikuti International Conference of Sharia Economic Law (ICoshel) 2026 di Hotel Pandanaran, Semarang, Selasa-Kamis, 8-10 September 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Saizu memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperluas jejaring keilmuan dalam bidang hukum dan ekonomi syariah.
ICoshel diselenggarakan oleh POSDHESI dan BETEMLAT bekerja sama dengan UIN Walisongo Semarang. Forum berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan akademisi dan peserta dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap perkembangan kajian syariah dan ekonomi Islam.
Delegasi Fakultas Syariah UIN Saizu terdiri atas Prof. Syufaat, Dr. Karimatul Hasanah, Dr. Hasanudin, Dr. Ida Nur Laeli, Ainul Yaqin dan Dr. (Cand). Ahmad Rezy Meidina.
Salah satu dosen yang merupakan Guru Besar Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto, Prof. Syufaat menyebutkan, ICoshel menjadi ruang akademik untuk membahas berbagai isu kontemporer yang berkaitan dengan hukum dan ekonomi syariah.
Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, serta kebutuhan masyarakat turut mendorong lahirnya berbagai persoalan baru yang membutuhkan perspektif keilmuan syariah.
Melalui forum tersebut, para akademisi dapat bertukar gagasan dan memperkaya perspektif mengenai perkembangan pemikiran maupun praktik hukum dan ekonomi Islam.
Bagi dosen Fakultas Syariah UIN Saizu, keikutsertaan dalam konferensi internasional menjadi momentum untuk mengikuti perkembangan kajian terkini sekaligus memperluas wawasan akademik.
"Forum tersebut juga membuka ruang bagi para dosen untuk berbagi pengalaman dan gagasan dengan akademisi dari berbagai institusi. Interaksi akademik semacam ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pemikiran dan penelitian yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Selain penguatan kapasitas keilmuan, partisipasi dalam ICoshel juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring akademik.
Komunikasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat berkembang menjadi peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan akademik lainnya.
Keikutsertaan enam dosen tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto dalam memperluas kontribusi sivitas akademika pada level nasional dan internasional.
Konferensi internasional tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kapasitas akademik perguruan tinggi sekaligus membangun koneksi dengan komunitas ilmiah yang lebih luas.
Berbagai gagasan yang berkembang selama ICoshel diharapkan dapat menjadi bahan pengayaan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kajian di lingkungan Fakultas Syariah UIN Saizu.
Terlebih, perkembangan ekonomi syariah dan industri halal terus menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan kajian akademik yang mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui penelitian, pengembangan keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari ICoshel diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam forum internasional.
Pengetahuan serta peluang kolaborasi yang terbentuk dapat dikembangkan menjadi berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat lebih luas.
Keikutsertaan enam dosen Fakultas Syariah UIN Saizu dalam ICoshel 2026, sekaligus menjadi bagian dari langkah kampus untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan jejaring internasional, serta mendorong pengembangan kajian hukum dan ekonomi syariah yang responsif terhadap perubahan zaman.
Dengan semakin aktifnya dosen dalam forum ilmiah nasional dan internasional, Fakultas Syariah uinsaizu diharapkan terus memperkuat perannya dalam pengembangan keilmuan syariah sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal di masa mendatang. (***)