TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Suasana menjelang Festival Moon Cake mulai terasa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Sejumlah pedagang kue bulan mulai menambah persediaan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang diperkirakan meningkat selama festival.
Salah satunya A Si, pedagang kue bulan di Pasar Sakok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.
Menjelang pelaksanaan Festival Moon Cake, ia telah menyiapkan sekitar 300 kue moon cake untuk dijual kepada masyarakat.
Kue yang tersedia di lapaknya berasal dari sejumlah produsen, baik dari Kota Singkawang maupun daerah lain di sekitarnya.
Selain menerima titipan dari pembuat kue di Singkawang, A Si juga menjual moon cake yang diproduksi dari Pemangkat, Kabupaten Sambas.
"Sudah mulai persiapan jualan moon cake, hari ini sudah mulai ada yang datang moon cake," kata A Si.
Menurutnya, jumlah kue yang tersedia pada Kamis 10 September 2026 masih belum terlalu banyak. Persediaan akan kembali ditambah pada Jumat, bertepatan dengan dimulainya Festival Moon Cake.
• Nomor Call Center Kemenhut untuk Selamatkan Satwa Terdampak karhutla di Kalimantan
"Jadi tidak terlalu banyak hari ini, kalau mau lebih banyak mungkin mulai besok, besok lebih banyak," ucapnya.
A Si mengatakan, penataan kue di lapaknya juga akan dibuat lebih rapi ketika stok mulai bertambah.
"Terus kita taruhnya pun lebih rapi, mulai besok, kalau hari ini masih seadanya yang diantar, yang segini diantar jadi kita jual yang ada ini," katanya.
Stok Moon Cake Ditambah Mulai Jumat
Pedagang tersebut menyebut jumlah moon cake yang telah tersedia saat ini mencapai sekitar 300 buah.
Namun, jumlah tersebut diperkirakan meningkat karena masih ada sejumlah produk dari produsen lain yang belum dikirimkan.
"Ini dulu besok baru bisa lebih banyak, lebih banyak yang bisa diperlihatkan mooncake-mooncake yang bentuknya cantik-cantik, bentuknya lucu-lucu, yang bagus-bagus juga ada," ucapnya.
"Kalau hari ini ada sekitar 300 lebih mooncake nya, baru datang tiga ratus lebih belum terlalu banyak," ujarnya.
Menurut A Si, kue yang dijual di lapaknya merupakan produk titipan dari sejumlah produsen.
Beberapa di antaranya berasal dari Singkawang dan Pemangkat, sementara produk dari produsen lainnya masih menunggu pengiriman.
"Ini semua titipan dari bos-bos, di sini banyak mereknya kita disini ada yang dari Pemangkat, dari Singkawang, ada dari Kopisan dan dari Syafiudin, ada juga merek dari lain, ini belum diantar," jelasnya.
• Akurat dan Tepat Sasaran, Dinsos P3A Sekadau Mutakhirkan Data Ribuan Peserta BPJS PBI JK
Selain menyediakan berbagai jenis dan merek, A Si juga menawarkan moon cake dengan harga yang berbeda-beda.
Harga kue bulan yang dijual di lapaknya berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp130 ribu per buah, tergantung ukuran, bentuk, serta bahan yang digunakan.
Untuk moon cake dengan bahan dan jenis yang umum, harganya berada mulai Rp65 ribu hingga sekitar Rp100 ribu.
Sementara itu, kue bulan yang menggunakan kuning telur atau telur asin sebagai salah satu bahan memiliki harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp115 ribu hingga Rp130 ribu.
"Dari harga 65 sampai harga 100 minimal ya, kalau yang ada kuning telur dia mulai harga 130 sampai 115 tergantung dari bahan, tergantung juga dari telur asinnya ada berapa begitu," tegasnya.
Dengan tambahan stok dari berbagai produsen, pilihan moon cake di lapak A Si diperkirakan akan semakin beragam saat Festival Moon Cake mulai berlangsung pada Jumat 11 September 2026.
Mooncake atau kue bulan adalah kue tradisional Tionghoa yang berbentuk bulat dan padat, yang secara khusus disajikan dan dibagikan saat Festival Kue Bulan (Mid-Autumn Festival atau Tiong Ciu Pia).
Makna dan TradisiSimbol Kebersamaan:
Bentuk kue yang bulat sempurna melambangkan keutuhan, persatuan, dan reuni keluarga.Bingkisan Kasih Sayang: Kue ini lazim diberikan sebagai hadiah atau hampers kepada anggota kelua
(*)