WARTAKOTALIVECOM, Berau -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Rabu (9/9/2026) malam disambut penuh sukacita oleh sejumlah petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di tengah upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung, turunnya hujan menjadi momen yang sangat dinantikan.
Sejumlah petugas yang berada di posko gabungan penanganan karhutla bahkan terlihat bersorak kegirangan ketika hujan mulai mengguyur kawasan tersebut.
Rasa syukur juga ditunjukkan dengan cara yang mengharukan.
Sejumlah petugas dan relawan tampak melakukan sujud syukur di tengah guyuran hujan.
Momen tersebut menggambarkan besarnya harapan para petugas terhadap hujan untuk membantu meredakan kebakaran yang masih ditangani di sejumlah wilayah Berau.
Hujan menjadi salah satu faktor alam yang dapat membantu proses pemadaman, terutama ketika petugas masih berjibaku menangani titik-titik kebakaran di lapangan.
Guyuran air dari langit juga diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan mengurangi potensi api kembali menyala.
Meski demikian, turunnya hujan tidak serta-merta membuat penanganan karhutla berakhir.
Upaya pemadaman dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
Berau sendiri rencananya menjadi salah satu wilayah yang penanganan kebakarannya akan dioptimalkan melalui operasi udara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, hujan juga mengguyur sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur pada Rabu (9/9/2026).
Di Kabupaten Kutai Timur, hujan turun sejak Rabu siang. Guyuran hujan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, hingga Kombeng.
Bagi para petugas yang selama ini berada di garis depan penanganan karhutla, hujan tersebut menjadi kabar yang melegakan setelah mereka menghadapi kondisi di lapangan yang tidak mudah.
Di posko gabungan penanganan karhutla Berau, suasana pun berubah seketika.
Para petugas yang sebelumnya berjibaku dalam penanganan kebakaran terlihat meluapkan kegembiraan ketika hujan deras turun.
Sebagian bersorak, sementara sejumlah lainnya memilih bersujud sebagai ungkapan syukur.
Namun, kewaspadaan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Setelah hujan reda, petugas masih perlu memastikan kondisi lahan dan titik-titik yang sebelumnya terbakar benar-benar aman.
Hujan diharapkan tidak hanya menjadi pelepas dahaga bagi lahan yang terbakar, tetapi juga membantu mengakhiri perjuangan panjang para petugas dan relawan dalam mengendalikan karhutla di Berau.