Zenni Bima: Sekpri Bantah Kronologi dalam Pesan Berantai Isu Wabup Sumedang
ferri amiril September 10, 2026 07:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Aktivis di Kabupaten Sumedang, Zenni Bima, mengungkapkan sejumlah fakta baru terkait isi percakapannya dengan perempuan berinisial R yang dikaitkan dengan isu miring yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang.

Menurut Zenni, Sekretaris Pribadi Wabup itu membantah sebagian besar kronologi yang sebelumnya beredar melalui pesan berantai.

Hal itu disampaikan Zenni saat audiensi  dengan DPRD Sumedang, Rabu (9/9/2026). 

Zenni sebelumnya mengaku melakukan video call selama sekitar 50 menit dengan R pada Sabtu (5/9/2026).

Dalam forum tersebut, Zenni menyebut R membantah adanya sejumlah peristiwa yang tercantum dalam narasi yang beredar melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Titik Terang Isu Wabup Sumedang, Ini Percakapan Video Call Aktivis dengan Sekpri

"Dia membantah soal pelecehan, pengeroyokan, dan pelecehan yang ada di narasi di WA dibantah," kata Zenni di hadapan forum dikutip Tribun, Kamis (10/9/2026). 

Zenni juga mengaku menanyakan mengenai kemungkinan adanya hubungan pribadi antara R dengan pihak yang namanya dikaitkan dalam isu tersebut.

Menurut Zenni, R menjawab tidak ada hubungan pribadi.

"Apakah ada hubungan pribadi? Tidak ada," ujar Zenni.

Selain itu, Zenni mengaku menanyakan apakah R sempat menjalani perawatan atau mendatangi rumah sakit setelah peristiwa yang ramai dibicarakan tersebut. Menurut Zenni, R menjawab tidak pernah pergi ke rumah sakit.

"Apakah ke rumah sakit? Tidak," katanya.

Zenni kemudian memaparkan versi kronologi yang, menurut pengakuannya, disampaikan R terkait aktivitasnya pada 17 Agustus 2026.

Ia mengatakan, R menyebut sempat datang ke rumah dinas Wakil Bupati sekitar pukul 11.00 WIB untuk mengambil uang. Setelah itu, kata Zenni, R mengaku pulang.

Zenni mengaku kembali menanyakan apakah R datang lagi ke lokasi tersebut pada malam harinya. Menurut Zenni, R menyampaikan tidak ada penganiayaan yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang maupun istrinya.

"Bagaimana kronologi tanggal 17 Agustus? Dia katakan jam 11.00 ngambil duit di ruang Wabup. Pulang lagi. Saya tanya, 'Malamnya tidak ke sana lagi?' Tidak. Tidak ada penganiayaan dari wabup maupun dari istrinya," ujar Zenni.

Sebelumnya, Zenni juga mengklaim dalam percakapan melalui video call tersebut R menyampaikan bahwa tidak ada pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang terhadap dirinya.

Zenni mengaku memiliki rekaman percakapan dan dokumentasi komunikasi tersebut. Namun, ia menyatakan telah berjanji untuk tidak menyebarkan rekaman itu.

Pernyataan Zenni Bima tersebut muncul di tengah berkembangnya isu dugaan tindak kekerasan seksual dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang.

Kasus tersebut memicu aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumedang dan berkembang menjadi perhatian politik. Fraksi PDI Perjuangan , dan Fraksi Golkar DPRD Sumedang sebelumnya juga menyatakan siap menggunakan hak-hak DPRD sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.