Kualitas Udara Bandar Lampung Tidak Sehat, BMKG Imbau Warga Tetap Pakai Masker
taryono September 10, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kualitas udara di Kota Bandar Lampung kembali menjadi perhatian. Konsentrasi partikulat PM2.5 terpantau mencapai 94 mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;) pada Kamis (10/9/2026).

Baca juga: HIPMI-Bapenda Bandar Lampung Dorong Pengusaha Muda Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Bandar Lampung masuk kategori tidak sehat.

Padahal, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) disebut mulai meluruh dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Lampung mencatat kenaikan konsentrasi PM2.5 tersebut berdasarkan hasil pemantauan alat monitoring partikulat.

Koordinator Bidang Observasi, Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lampung, Eva Nurhayati, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan konsentrasi partikulat kembali terjadi ketika aktivitas erupsi GAK mulai meluruh.

"Ya, saat ini dalam keadaan tidak sehat. Seharusnya, seiring meluruhnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari terakhir, indeks kualitas udara selaras dan ikut membaik," kata Eva, Kamis (10/9/2026).

Namun, berdasarkan hasil pemantauan alat monitoring partikulat PM2.5, konsentrasi polutan justru kembali mengalami kenaikan hingga mencapai 94 µg/m⊃3;.

Eva menyebut kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara saat ini masih perlu diwaspadai masyarakat, terutama mereka yang melakukan aktivitas di luar ruangan.

BMKG, lanjutnya, belum dapat memastikan faktor utama yang menyebabkan kenaikan konsentrasi PM2.5 tersebut.

Ada sejumlah kemungkinan yang masih perlu dicermati, mulai dari distribusi polutan lain hingga aktivitas kendaraan.

Salah satunya yakni tingginya volume kendaraan dan antrean truk di sekitar jalan lintas raya yang berada di sekitar lokasi alat pemantau kualitas udara.

Selain itu, potensi sebaran asap akibat kebakaran hutan juga menjadi salah satu faktor yang masih mungkin memengaruhi kualitas udara di Bandar Lampung.

BMKG Imbau Warga Tetap Pakai Masker

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat.

Warga diminta tetap menggunakan masker, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Eva mengatakan penggunaan masker tetap penting dilakukan, baik untuk masyarakat yang melakukan perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh.

"Ibu mengimbau agar masyarakat tidak meremehkan kondisi ini. Meski masa imbauan atau perpanjangan pembelajaran daring habis, kita tetap harus berpedoman pada arahan Bapak Gubernur," ujarnya.

Menurut Eva, kegiatan pembelajaran tatap muka atau luring sebenarnya sudah dapat kembali dilaksanakan seiring meluruhnya aktivitas erupsi GAK.

Namun, pelaksanaannya tetap harus mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah daerah.

"Baik untuk jarak dekat maupun jauh, penggunaan masker harus tetap diprioritaskan saat beraktivitas di luar rumah," tegasnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan kondisi udara dan memperhatikan arahan pemerintah, khususnya apabila konsentrasi partikulat kembali mengalami peningkatan.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.