Kasus ISPA Tembus 6.671, Penyakit Serupa Influenza Naik Periode 4-6 September
Noval Andriansyah September 10, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat tren tren fluktuatif pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sempat melandai signifikan dari 1.587 kasus pada 4 September menjadi 375 kasus pada 6 September 2026, sebelum kembali melonjak tajam mencapai 1.993 kasus pada 7 September 2026.

Baca juga: 467 Warga Tanggamus Alami Batuk dan ISPA Akibat Abu Vulkanik GAK

Dalam rentang periode yang sama, kelompok Penyakit Serupa Influenza (Influenza-Like Illness/ILI) turut menunjukkan dinamika peningkatan dari 29 kasus pada 6 September menjadi 51 kasus pada 8 September 2026. 

Pemantauan situasi kesehatan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang berlangsung pada 4–8 September 2026 ini mencatat akumulasi total 6.671 kasus ISPA akibat paparan material erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, mengonfirmasi lonjakan data tersebut di Bandar Lampung pada Kamis (10/9/2026).

Pihak Dinkes Lampung mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penggunaan masker dan menjaga ketahanan fisik di tengah situasi kebencanaan lingkungan.

Secara rinci, pemantauan Dinkes Lampung menunjukkan ISPA menjadi penyakit dengan angka tertinggi dalam kelompok penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Pemantauan situasi kesehatan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung berdasarkan data 15 kabupaten/kota periode 4–8 September 2026 mencatat ISPA sebagai kasus tertinggi," ujar Djohan Lius, Kamis (10/9/2026).

Setelah sempat menurun pada 6 September, grafik ISPA merangkak naik hingga menyentuh angka 1.993 kasus pada 7 September dan berlanjut sebanyak 1.281 kasus pada 8 September 2026.

Selain ISPA dan penyakit serupa influenza (ILI) yang terakumulasi sebanyak 236 kasus, Dinkes Lampung juga memetakan potensi KLB lainnya seperti pneumonia dengan total 58 kasus.

Kasus pneumonia melandai dari 15 kasus pada 4–5 September menjadi 2 kasus pada 6 September, lalu naik kembali hingga 16 kasus pada 8 September.

Di samping penyakit menular pernapasan, paparan abu vulkanik dan kondisi lingkungan kering memicu peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah masyarakat:

  • Penyakit Kulit (Gatal & Kudis): Tercatat paling tinggi sebanyak 250 kasus, dengan puncak tertinggi 72 kasus pada 8 September.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Terakumulasi 219 kasus, dengan rekor harian 77 kasus pada 7 September.
  • Sakit Mata: Terdata 194 kasus, dengan puncak harian 60 kasus pada 7 September.
  • Asma: Mencapai 182 kasus, melonjak dari 8 kasus pada 6 September menjadi 63 kasus pada 7 September.
  • Heat Stroke: Tercatat sebanyak 40 kasus, dengan lonjakan harian tertinggi 20 kasus pada 7 September.

Data komprehensif ini menjadi dasar bagi Dinkes Lampung untuk terus memperketat pemantauan serta mendistribusikan bantuan logistik medis ke posko-posko kesehatan di kawasan terdampak erupsi GAK.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.