Jenazah Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Dipulangkan ke NTT
Marius Frison Yewun September 10, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, JAYAPURA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban meninggal dunia akibat penembakan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Rabu,(9/9/2026).

Jenazah korban kini dalam proses pemulangan dari Wamena (Ibu Kota Jayawijaya) menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses pemulangan jenazah mendapatkan pengawalan aparat kepolisian sejak keberangkatan awal hingga transit di Jayapura, Kamis (10/9/2026) ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Baca juga: Dua Anak Tewas oleh Ibu Kandung, Polisi Jayapura Desak Edukasi Pola Asuh

Keberangkatan jenazah diawali dari Apron II Bandar Udara Wamena menggunakan pesawat kargo Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YSV pada Kamis pagi.

Jenazah mulai dimuat ke dalam bagasi pesawat sekitar pukul 10.58 WIT, sebelum akhirnya lepas landas menuju Jayapura pada pukul 11.20 WIT.

Setibanya di Bandar Udara Sentani Jayapura pukul 11.58 WIT, jenazah dipindahkan ke fasilitas kargo dan ditempatkan sementara di ruang karantina sembari menunggu jadwal penerbangan lanjutan.

Perjalanan membawa pulang jenazah Wili Mbuik menempuh rute transit yang lumayan panjang. Dari Jayapura, jenazah dijadwalkan terbang menuju Makassar, dilanjutkan transit di Jakarta, sebelum akhirnya mendarat di NTT.

Baca juga: Nama Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Mencuat saat Sidang Praperadilan Pasukan Hijau 

Polda Papua memastikan seluruh rangkaian proses keberangkatan jenazah dari Wamena hingga Jayapura berlangsung aman dan terkendali.

"Kepolisian bersama pihak terkait melakukan pengamanan dan monitoring di setiap tahapan pemulangan untuk memastikan perjalanan jenazah berjalan aman, tertib, dan lancar hingga diterima pihak keluarga," tegas Cahyo.

Selain menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban, Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan isu atau informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya agar kondisi keamanan di Papua Pegunungan tetap kondusif.

Baca juga: Papua Barat Daya Dorong Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Saat ini, insiden penembakan maut di Distrik Muliama tersebut tengah menjadi prioritas penanganan aparat keamanan. Tim penyidik terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar dan mengungkap identitas para pelaku di balik aksi kekerasan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.