9 September 2026
Kepindahan Leny Yoro ke Manchester United dengan mengungguli Real Madrid pada musim panas 2024 merupakan sebuah keberhasilan besar di bursa transfer.
Banyak pihak meyakini Los Blancos akan mendapatkan bek Prancis itu, karena tidak banyak klub yang mampu mengejutkan Real Madrid di pasar transfer.
Namun, Setan Merah justru memenangi persaingan untuk merekrut bek tengah muda Prancis yang sangat dihargai tersebut.
Saat masih di Lille, ia terlihat nyaman menguasai bola dan mampu mengendalikan permainan dari lini belakang. Ia juga menunjukkan pembacaan permainan yang baik, mengenali ancaman lebih awal dan melakukan intersepsi penting.
Meski memiliki kualitas-kualitas istimewa itu, Yoro tetap merupakan talenta mentah yang membutuhkan pengembangan. Ia memang tidak pernah diperkirakan langsung tampil meledak, tetapi United memandang investasi sebesar £52 juta itu sebagai langkah yang pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Dua tahun kemudian, sayangnya, Yoro masih jauh dari peran penting di jantung pertahanan United.
Cukup mengejutkan, meski memiliki dua bek kanan yang mumpuni dalam diri Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui, Michael Carrick justru lebih memilih memainkan Yoro di posisi tersebut.
Bahkan ketika ia mendapat menit bermain di sisi kanan, waktu tampilnya tetap sangat terbatas: nol menit melawan Hull City, 16 menit kontra Ipswich, dan enam menit saat menghadapi Everton.
Jika Yoro ingin benar-benar membuktikan nilainya di United, ia harus lebih sering bermain. Bakatnya jelas ada, tetapi kesempatan untuk menunjukkannya tampak sulit didapat.
Lini belakang United juga belum tampil pada level terbaiknya, dan mulai muncul seruan agar Carrick meninjau ulang komposisi pertahanannya, dengan adanya keraguan terhadap kuartet Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martínez, dan Luke Shaw.
Harus ada perubahan di pertahanan tengah Setan Merah, karena mereka kesulitan mencatatkan clean sheet dan terus kebobolan.
Carrick seharusnya berani dalam mengambil keputusan. Sudah saatnya ia memberi kepercayaan kepada Yoro di area itu, dan juga kepada Ayden Heaven.
Yoro tidak tiba-tiba menjadi pemain buruk; ia tetap bek muda bertalenta besar dan sedang berkembang seperti saat United merekrutnya. Intinya hanyalah bagaimana membantunya memaksimalkan potensinya.
Lihat saja Barcelona: kepercayaan mereka kepada Pau Cubarsí membuatnya terus dimainkan meski ia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari. Yang terpenting, kepercayaan itu memungkinkannya tampil dengan penuh keyakinan dan membuktikan bahwa ia mampu bermain melampaui ekspektasi.
Ya, Yoro pasti akan membuat kesalahan, tetapi Carrick seharusnya membiarkannya melalui proses itu dan belajar darinya seiring ia berkembang menjadi bek papan atas seperti yang dulu diprediksi.
Dengan demikian, jika Maguire kembali menjadi pilihan utama dibanding Yoro di posisi bek tengah saat melawan Sabah Baku, keputusan itu akan terasa membingungkan.
Apabila Carrick menurunkan Yoro sebagai bek tengah dalam pertandingan tersebut, ia akan memberi sang pemain muda kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan ketangguhannya di posisi itu.
Kesempatan-kesempatan seperti ini, meski tidak datang setiap saat, semestinya dapat membantunya membangun kepercayaan diri bermain sebagai bek tengah dan perlahan memperkuat klaimnya untuk memegang peran penting di sana.