Wabah Menari 1518: Kisah Aneh Ratusan Warga Menari Berhari-hari Tanpa Henti
GH News September 10, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Sebuah wabah misterius pernah menimpa Strasbourg (kini menjadi wilayah Prancis) pada 1518. Saat itu, ratusan warga menari selama dua bulan tanpa bisa berhenti.

Kisah misterius ini dimulai dari seorang perempuan bernama Troffea. Masyarakat bersaksi mereka melihat Troffea mulai menari-menari di jalan hingga jatuh pingsan karena kelelahan.

Setelah beristirahat, ia kembali menari selama berhari-hari. Dalam waktu seminggu, lebih dari 30 orang lainnya mengalami hal serupa. Mereka terus menari bahkan setelah tubuh mereka mengalami cedera.

Pihak berwenang merasa khawatir dengan jumlah penari yang terus bertambah. Para pemimpin sipil dan agama beranggapan bahwa solusinya adalah dengan lebih banyak menari.

Berdasarkan ensiklopedia Britannica, mereka mulai menyediakan gedung pertemuan bagi para penari untuk berkumpul, mendatangkan pemusik untuk mengiringi tarian, serta penari profesional untuk membantu mereka yang terdampak agar terus menari.

Akan tetapi, langkah ini justru memperparah penyebaran wabah tersebut. Pada akhirnya, 400 orang 'tertular' wabah menari. Sejumlah orang meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem. Namun pada awal September di tahun yang sama, wabah menari itu mulai mereda.

Penyebab Wabah Menari di Eropa

Wabah menari ini merupakan kejadian yang paling terdokumentasi dengan lengkap dari beberapa wabah serupa di Eropa. Namun, alasan wabah ini bisa terjadi masih belum terpecahkan.

Menurut catatan sejarah, alasan wabah itu bisa menyebar adalah adanya andil roh jahat dan kondisi daerah yang terlalu panas. Para peneliti pada abad ke-20 menduga mereka yangterdampak telah mengonsumsi roti yang terbuat dari tepung gandum hitam yang terkontaminasi jamur penyebab kejang.

Sosiolog Amerika, Robert Bartholomew, memiliki pendapat lain. Menurutnya, para penari adalah penganut sekte sesat yang menari demi mendapat bantuan ilahi.

Namun, teori yang paling banyak diterima adalah milik sejarawan medis Amerika, John Waller. Menurut Waller wabah menari merupakan gangguan psikogenik massal.

Wabah semacam itu biasanya muncul dalam situasi stres ekstrem dan sering kali didasarkan pada ketakutan masyarakat setempat. Waller menyebutkan serangkaian bencana kelaparan serta keberadaan penyakit seperti cacar dan sifilis sebagai faktor pemicu stres luar biasa yang memengaruhi penduduk Strasbourg.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.