Preview PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru , Sembilan Tahun Kemudian, Bertemu Lagi
Ariestia September 10, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sembilan tahun bukan waktu yang singkat.

Setelah terakhir bertemu pada 2017, PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru kembali berhadapan.

Pertemuan kali ini bahkan punya arti khusus.

PSIS dan PSPS dipercaya membuka kompetisi Championship 2026/2027.

Duel tersebut digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (11/9/2026) malam.

Kickoff dijadwalkan pukul 19.00 WIB.

Bagi PSPS, pertandingan ini menjadi ujian pertama setelah menjalani persiapan panjang sejak Juli.

Sementara bagi PSIS, bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi kesempatan untuk langsung mengamankan tiga poin.

PSPS Bawa Modal Empat Uji Coba

PSPS Pekanbaru tidak datang ke Semarang tanpa persiapan.

Skuad asuhan Akhyar Ilyas telah menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak Juli.

Sejumlah pertandingan uji coba juga dimainkan untuk melihat perkembangan tim sekaligus mencari komposisi terbaik.

Empat laga menjadi bagian dari persiapan PSPS.

Askar Bertuah mengawali rangkaian uji coba dengan kemenangan 2-0 atas Persis Solo. Hasil positif kembali diraih ketika menghadapi Isen Mulang Kalteng FC dengan skor 2-1.

PSPS kemudian mengalahkan Jaya Raya 2-0.

Namun, pada pertandingan uji coba terakhir, PSPS kalah tipis 0-1 dari Persela Lamongan.

Artinya, dari empat pertandingan, PSPS mengantongi tiga kemenangan dan satu kekalahan.

Catatan tersebut tentu menjadi modal kepercayaan diri. Namun, pertandingan resmi memiliki tekanan yang berbeda.

Akhyar kini harus memastikan skuadnya mampu menerjemahkan hasil latihan dan uji coba ke pertandingan kompetitif.

PSIS Siapkan Serangan dan Pertahanan

PSIS juga tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah.

Pelatih Widodo C Putro menyebut persiapan timnya berjalan dengan progres positif. Beberapa aspek permainan terus dimatangkan sebelum menghadapi PSPS.

Finishing, pertahanan dan transisi permainan menjadi perhatian.

"Ya tentunya pematangan taktikal, terus kesiapan individual dalam hal finishing. Aspek-aspek sepak bola kita perbaiki, defending-nya, terus transisinya, attack to defend-nya terus kita matangkan," ujar Widodo.

Kondisi fisik pemain juga dinilai sudah cukup baik. Widodo melihat perkembangan tersebut dari pertandingan internal yang dijalani skuadnya.

"Kalau fisik saya kira sudah oke ya pemain, itu juga terlihat dalam internal game terakhir, mereka bisa mengatur ritme irama. Saya harapkan dalam match pertama, performa anak-anak bagus," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan PSIS tidak ingin terburu-buru. Mereka ingin mengawali kompetisi dengan permainan yang sudah matang.

Memori 2017

Pertemuan PSIS dan PSPS juga membawa cerita lama.

Kedua tim terakhir kali bertemu pada babak delapan besar Liga 2 2017. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 21 November 2017.

Saat itu, PSPS mampu mengejutkan PSIS.

Wahyu Kristianto membawa PSPS unggul lebih dahulu pada menit ke-43. PSIS kemudian bangkit dan menyamakan kedudukan melalui sundulan kapten mereka, Haudi Abdillah.

Pertandingan berakhir 1-1.

Kini, pemain dan situasi sudah berubah. Namun, sejarah pertemuan itu membuat laga di Jatidiri memiliki cerita tersendiri.

PSPS tentu ingin menciptakan cerita baru dengan mencuri poin di kandang PSIS.

Sebaliknya, PSIS memiliki keuntungan bermain di depan pendukung sendiri. Tiga poin menjadi target ideal untuk membuka kompetisi.

Duel yang Menentukan

Pertandingan ini pada akhirnya bukan sekadar soal siapa yang pernah menang atau kalah.

PSIS memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Dukungan suporter dan pemahaman terhadap kondisi lapangan menjadi modal tersendiri.

PSPS membawa modal persiapan panjang dan hasil positif dalam sebagian besar laga uji coba.

Akhyar Ilyas juga dituntut menemukan komposisi terbaik sejak pertandingan pertama. Pemain-pemain yang tampil menonjol selama pramusim harus mampu menunjukkan performa serupa ketika kompetisi resmi dimulai.

Di sisi lain, Widodo C Putro harus memastikan PSIS tidak kehilangan konsentrasi. Finishing yang matang dan transisi permainan yang rapi akan menjadi kunci menghadapi PSPS.

Pertemuan pertama di Championship 2026/2027 ini pun diprediksi berlangsung menarik.

Sembilan tahun setelah pertemuan terakhir, PSIS dan PSPS kembali bertemu. Kali ini, bukan di Bandung seperti 2017, melainkan di Jatidiri.

Dan yang diperebutkan bukan sekadar gengsi masa lalu, tetapi tiga poin pertama dalam perjalanan panjang Championship musim 2026/2027. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.