TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Satreskrim Polres Lumajang mengamankan Muksir (65), terduga pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap Nisman (67), warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.
Muksir diamankan setelah sempat melarikan diri selama empat hari. Ia ditangkap di sebuah SPBU di Kecamatan Sukodono pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, Muksir diamankan anggota Resmob Satreskrim Polres Lumajang setelah polisi melakukan penyelidikan.
"Hasil penyelidikan tersangka menyerahkan diri dan diamankan anggota Resmob Satreskrim Polres Lumajang," ujarnya, Kamis (10/9/2026).
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya celurit yang diduga digunakan untuk menyerang korban, serta pakaian milik tersangka.
"Serta baju batik dan potongan celana panjang milik tersangka," jelas Suprapto.
Polisi masih mendalami motif pembacokan. Suprapto mengatakan, Muksir masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Lumajang.
Baca juga: 14.809 Warga Lumajang Terdampak Krisis Air Bersih, BPBD Salurkan Air ke 191 Titik
Pembacokan terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Minggu (6/9/2026). Saat kejadian, Nisman disebut berada di lokasi ketika istrinya terlibat cekcok dengan seorang tetangga.
Suprapto menjelaskan, persoalan bermula ketika istri korban, terlibat cekcok dengan Parsi, yang merupakan saudara dari terduga pelaku. Mereka membahas persoalan jalan menuju rumah istri korban yang disebut tergenang air akibat kebocoran dan tertimbun tanah.
"Kemudian adanya cek cok tersebut datang terlapor bersama saksi bernama Sulam berusaha menjelaskan permasalahan antara istri korban dan saudarinya tersebut," jelasnya.
Baca juga: Rumah Kepala SMP Muhammadiyah Yosowilangun Lumajang Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Tidak lama kemudian, Nisman datang untuk melihat kondisi istrinya yang sedang berdebat dengan tetangganya. Menurut polisi, saat itulah Muksir melakukan penganiayaan terhadap korban.
"Tidak berapa lama datang korban yang kemudian langsung dibacok terlapor sebanyak tiga kali menggunakan senjata tajam jenis arit," katanya.
Serangan tersebut mengenai beberapa bagian tubuh korban dan menyebabkan luka hingga mengalami pendarahan.
"Korban mengalami luka bacok: pipi sebelah kanan, bahu sebelah kanan, kepala bagian belakang," jelas Suprapto.