Cambridge Learning in Action Perkuat Kompetensi Guru Elyon Christian School
Wiwit Purwanto September 10, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Elyon Christian School memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan Cambridge Learning in Action yang digelar Cambridge International Education di Elyon Christian Secondary High School, Surabaya, pada Agustus 2026.

Pelatihan bertema “From Teaching Approaches to Classroom Practice: Supporting Active and Meaningful Learning Experiences” tersebut dirancang untuk menjembatani konsep pedagogi Cambridge dengan praktik pembelajaran nyata di ruang kelas.

Olivia Tiono selaku Teaching and Learning Manager Elyon Christian School mengaku bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Cambridge International Education sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Cambridge Learning in Action.

“Semoga, kolaborasi ini bisa terus menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Jawa Timur,” ucap Olivia melalui rilis resminya pada Selasa, (08/09/26).

Menurut Olivia, kegiatan tersebut merupakan complimentary professional development workshop yang dirancang bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran Cambridge sekaligus mengimplementasikannya secara efektif dalam praktik pembelajaran di kelas.

Baca juga: Tak Sekadar Pintar Akademik, Program Cambridge Bentuk Anak Lebih Aktif dan Inovatif

“Melalui pelatihan ini, para guru dibekali strategi praktis untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa,” terangnya.

Pelatihan Dorong Pembelajaran Aktif

Para pendidik tidak hanya diajak memahami konsep dan filosofi pembelajaran Cambridge, tetapi juga mengeksplorasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong pemahaman yang lebih mendalam.

Kegiatan ini diikuti para guru mata pelajaran Global English, Mathematics, dan Science, baik yang baru mengenal kurikulum Cambridge maupun yang telah berpengalaman mengimplementasikannya.

Selama pelatihan, peserta dibagi ke dalam dua jalur sesi paralel sesuai bidang studi. Jalur Global English dipandu oleh Evelyn Boey, yang mengajak peserta mengeksplorasi pendekatan pembelajaran bahasa.

Sementara jalur Mathematics & Science dipandu oleh Dicky Susanto, dengan materi Thinking Mathematically and Scientifically serta Bringing Enquiry and Exploration into the Classroom.

Baca juga: Siswa Smamda Surabaya hingga Mahasiswa Asing Ikuti Ujian Praktik Manasik Haji

Cambridge Learning in Action dirancang secara aplikatif. Para peserta diajak mempraktikkan berbagai strategi pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas, mulai dari membangun keterlibatan aktif siswa hingga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong rasa ingin tahu, kolaborasi, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Bagi guru yang baru mengenal Cambridge, workshop ini menjadi kesempatan untuk memahami filosofi, standar, dan pendekatan pembelajaran Cambridge secara komprehensif.

Sementara bagi guru yang telah berpengalaman, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pengembangan profesional untuk memperbarui strategi mengajar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Bangun Budaya Belajar Berkelanjutan

Sebagai bagian dari ekosistem Cambridge, Elyon Christian School memiliki empat peran yang mendukung pengembangan pendidikan secara menyeluruh, yaitu sebagai Cambridge International School, Cambridge Educational Partner, Cambridge Professional Development Centre, dan Cambridge Early Years Centre.

Melalui perannya sebagai Cambridge PDQ Centre, Elyon juga berkomitmen menyediakan lingkungan belajar profesional yang memungkinkan para pendidik mengembangkan kompetensi, melakukan refleksi terhadap praktik mereka, dan menerapkan pembelajaran profesional tersebut di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan visi Elyon untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mendorong siswa dan pendidik untuk berpikir, menerapkan pengetahuan, berkreasi, serta menghadapi tantangan dunia nyata.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui budaya belajar yang berkelanjutan, di mana guru terus berkembang agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan, aktif, dan bermakna bagi setiap siswa.

Di tempat yang sama, Fritzie Wibisono, Direktur Pendidikan sekaligus Cambridge PDQ Programme Leader di Elyon Christian School menjelaskan, ini menjadi bagian dari Cambridge bukan hanya tentang menggunakan kurikulum Cambridge, tetapi juga tentang membangun budaya belajar bagi para pendidik. Ketika guru terus berkembang, kualitas pengalaman belajar siswa juga ikut berkembang.

Sementara, Rizky Konstantinovha selaku perwakilan Cambridge International Education mengapresiasi antusiasme para pendidik serta menegaskan komitmen Cambridge dalam mendukung pengembangan profesional guru melalui berbagai program pelatihan yang berkelanjutan.

Melalui Cambridge Learning in Action, diharapkan para pendidik dapat membawa inspirasi, strategi, dan praktik pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan ke dalam kelas masing-masing.

Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan mempersiapkan siswa menjadi pembelajar yang siap menghadapi tantangan global.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.